Marhaban Ramadhan

,
Selamat Datang Ramadhan
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga amal ibadah dan puasa kita di bulan penuh rahmat ini,
di ridhoi Allah SWT. Amin..

***
coming soon!
www.kerlipbintang.com

Mendadak Ibu

,
Meski saya siap sepenuhnya akan konsekuensi sebuah keputusan menikah dengannya. Meski saya sudah membayangkan refotnya. Meski saya telah banyak berburu ilmu mendidik anak melalui bacaan, pengamatan, pengalaman masa kecil dan tanya-jawab. Tetap saja saya terkaget-kaget, terbengong-bengong, atau bingung ketika 'nyemplung' di dalamnya.

Saya mendadak menjadi seorang ibu untuk dua orang putri yang sedang tumbuh. Saya mendadak menjadi ibu bagi dua anak dengan segala polah tingkah dan ocehannya. Saya mendadak menjadi ibu untuk dua cikal bakal manusia dewasa yang sudah sangat terbiasa dengan kebiasaannya.

Saya kaget jika mereka tiba2 terisak untuk satu hal yg tidak dikabulkan atau menolak keras permintaan saya. Saya bengong saat mereka lebih memilih makan mie instan atau bakso lewat daripada masakan saya. Saya bingung ketika badan mereka panas, batuk atau sakit lainnya padahal saya menjaganya super ketat.

Tapi, satu kejutan yang selalu membuat saya terpana. Saat mereka memberikan pelukan, ciuman, kata2 'I love You' dan 'Terima Kasih' kepada saya dalam segala kesempatan :).

***

Judul di atas, jujur, ikutan judul pelm 'Mendadak Dangdut' (MD). Bedanya, klo di MD ada istilah 'jablai' alias 'jarang dibelai', sedangkan 'Mendadak Ibu' (baca: YNa) punya istilah 'ringblai' atau 'sering dibelai' (halah!)***

I'm Back!

,
Saat pertama kali niat ngeblog dgn daftar di blogger.com, saya belum terfikir model dan isi apa yg jadi ciri khas blog saya nantinya. Waktu itu saya cukup gembira bisa punya homepage pribadi (sebelum nyadar ternyata namanya blog :P) yg bisa nampilin tulisan2 dari fikiran dan pendapat saya tentang suatu hal.

Setahun berlalu, saya jadi punya banyak blog dari bbrp penyedia blog gratisan. Nyoba sekalian menfokuskan banyak tulisan dalam satu tema. Apakah banyak blog itu rajin diupdate? Mm.. dah lama ga :D. Bukan mentok di ide tulisan, cuma niat nulisnya yg 'mati suri' hehe.. Apalagi sekarang. Alasannya tambah lagi, selain 'mati suri' juga ada alasan aktivitas ibu rt lainnya. Lengkaplah si banyak blog itu ga ke 'toel' deh.

Tapi semangat ngeblog masih membara (halah!). Kerasa banget, klo jenuh setelah kegiatan rutin rumah tangga, saya jd kangen bgt online tuk nengokin dunia blog. Soalnya mau refreshing jalan2 ke mall atau lokasi jauh lainnya (hari kerja), dua bidadari kudu dibawa. Si kecil sering mabok klo naek angkot. Refot. Untuk keluar rumah beramah-tamah sama tetangga, saya agak pemalu ehm.. Klo ketemu aja bersapa ria, tapi klo niat ngubrul di sore hari atau pagi hari skalian belanja, saya masih enggan. Makanya, saya akan pertahankan semangat ngeblog saya. Terutama mengupdate blog pertama saya ini.

Hubungannya dgn tulisan paragraf awal di atas, saya juga blum tau apa isi blog saya skr dan nantinya akan full berisi 'keluh-kisah' saya sebagai ibu rt atau campur2. Ah yg penting I'm back dan pingin terus ngeblog :D. Ngeblog merdeka!

Kapok Bermotor Ria?

,
Siapa bilang mengendarai motor itu gampang? Mm.. setidaknya, saya berkesimpulan begitu, setelah jatuh mboncengin Angel dan Princess minggu lalu saat mengantar Angel les bhs Inggris. Saya merasa bersalah banget dah buat mereka takut. Meski ga ada yg terluka krn jatuhnya bukan nabrak atau tiba2 gitu, hanya setelah ngerem di tikungan jalan, saya hilang keseimbangan.

Saya hampir lumayan kapok naik motor lagi. Kaki dan tangan kanan saya yg menahan jatuhnya motor agar tak menimpa anak2, jadi memar dan sakitnya luar biasa waktu diurut. Bingung. Saya harus bisa mengendarai motor krn dibutuhkan anak2, tapi disisi lain, saya tetep ga pede. Pagi ini saja saya coba lagi bermotor ria keliling komplek sendiri. Bbrp perempatan jalan jantung saya deg2an krn byk kendaraan lain. Panik. Baru satu putaran, saya langsung pulang, dgn dengkul lemes dan tangan gemeteran. Help me! :P

Saya salut sekaligus iri sama para pengendaran motor. Kok mereka bisa ya? :D. Klo sudah begitu, saya jd kangen berkomputer ria ngulik kode html dan CSS lagi. Lho, apa hubungannya?. Ya krn dibidang itu saya ga pernah kapok, meski salah berkali-kali. Ya iyalah, salah disitu resikonya ga bikin memar badan, paling jg koyoan hehe..

****

Oya, thanks banget buat temen2 blogger yg mampir ke blog ini dgn komentar dan sapaannya :). Mohon Maaf blum bisa berkunjung balik krn terbatasnya waktu onlen saya skr. Satu minggu sekali selama kurang lebih 3 jam, itupun untuk keperluan pekerjaan. Ngeblog-nya disambi gitu :D. Miss u all!

Rutinitas Ibu ErTe

,
Masak apa esok hari?
Resep2 dari majalah dan tabloid yg sudah saya kumpulkan jauh hari sebelum menikah jadi berguna skr. Saya cari yg mudah bumbu, bahan dan cara memasaknya. Nemu yg cihuy, saya pamerkan ke suami. Dia sih pesennya klo bisa jgn yg mengandung byk kolesterol. Nah lho? Padahal saya mo masak udang telur puyuh balado. Dua bidadari gampang, mie instan rebus hehe.. Dan belanjanya ke tukang sayur lewat aja, ga usah ke pasar.. agak ribet.

Besok beberes mana lagi ya?
Semua sudut di rumah, sebisa mungkin musti kena sentuhan tangan saya krn suami dan dua bidadari skr jadi mengandalkan saya untuk semua barang2 keperluannya. "Bu, liat gunting kuku ga?", "Crayon yg kemarin dibeli kemana ya?", "Ini kaos kaki kok satunya ga ada?". Jawaban gampangnya sih "Meneketehe!" (ala extravaganza) :P. Tapi ga mungkin dunk, makanya meski baru memasuki minggu ketiga di rumah suami, tiap hari harus ada yg jadi target pengaturan dan pembersihan.

Nyuci, nyetrika atau jahit badge dan nama di seragam baru anak2 hari ini?
Skr jadwal arisan RT atau pengajian gang?

Fiuh!

Rutinitas yg ngibu rumah tangga banget. Kadang, sambil ngulek bumbu pas masak, saya nyengir sendiri. Beginilah rasanya :P. Jadi nyonyah sekaligus 'upik abu' untuk orang2 tercinta. Ikhlas dunk, Insya Allah balasannya surga. Amin.. :). Cita2 yg jadi kenyataan :D

Saya skr memang sudah full at home dari senin sampai jumat. Sabtu - minggu saya kudu ke kantor, tuk ngambil bbrp data atau keperluan lainnya. Giliran suami yg di rumah ;). Ya, saya masih tetap kerja, tp ngantor di rumah. Kompi siap, tinggal koneksi internetnya blum terpasang. Inilah enaknya kerja bareng temen sendiri :D, ada toleransinya.

Tapi.. dgn rutinitas rumahan itu, pekerjaan jd agak keteteran. Mm.. bukan agak lagi, tapi bener2 lewat!. Rencananya sih, saya sediakan waktu mulai jam 4 shubuh sampe jam 6 tuk serius di depan kompi setiap harinya selama anak2 liburan ini. Kenyataannya, bangun sih jam 4, but merem lagi sampe jam 5 krn badan msh pingin nambah tidurnya. Melek jam 5, sholat shubuh, eh.. setelahnya dapet "serangan fajar" hihi.. Mau berkompi ria malem hari, udah ga kuat. Ga konsen lagi. Saya memang terlalu bersemangat menjalani rutinitas ber-RT ini. Blum bisa bagi waktu yg fleksible. Polanya blum kepegang :P

Senin besok, sekolah sudah mulai. Hmm.. rutinitas yg baru lagi. Ada kerjaan tambahan, nganter dan jemput dua bidadari sekolah. Untuk itu, baru saja pagi ini saya belajar naik motor :D.

Saya akan berusaha! Doakan saya ya! (benteng takeshi mode).

Hidup Baru

,
"Selamat Menempuh Hidup Baru", susunan kata yg menjadi kelaziman diucapkan bagi pasangan (pria dan wanita) yg baru menikah. Sebuah doa agar kehidupan baru yg akan ditempuh mempelai selamat, amin.

Sejak 25 Juni lalu, saya menempuh sebuah kehidupan yg baru. Benar-benar baru. 100%. Seperti mimpi. Pagi hari terbangun dgn satu kesadaran dan kenyataan. Bahagia dan bersyukur, terbaring di samping pendamping hidup yg mencintai dan saya cintai, menempati rumah dan semua isinya yg baru saya lihat dan sentuh, juga siap dgn runitas yg sama sekali berbeda saat saya masih sendiri. Plus satu kebanggaan dan tanggung jawab, ada 'dua bidadari'.

'Satu paket lengkap', begitu keluarga saya mengatakan 'hidup baru' pernikahan saya. Saya menjadi seorang istri dan ibu sekaligus. 'Angel' berusia 10th dan 'Princess' baru 7th. Mereka saat ini cahaya hati dan sahabat kecil saya.

Dua minggu sudah kami bersama, menempuh hidup baru. Satu waktu yg memang baru, tapi banyak cerita yg sudah terekam dlm benak kami masing2. Masih dalam waktu liburan mereka, hampir semua kegiatan kita lakukan berempat. Seru! Kecuali kegiatan yg 'satu' itu, mesti curi-curi waktu dan tempat hehe..



Penyesuaian, proses dan tahapan yg kami lakukan setiap saat kini dan nanti, semoga menjadikan kami berempat lebih dekat dan saling menyayangi. amin..

Terima kasih ya Allah atas segala kebahagiaan ini.
Hidup Baru yg sangat saya nikmati...

Mohon Doa Restu

,
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir." (QS. Ar-Rum : 21)

***

"Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, tentramkanlah hati kami berdua sebagaimana Engkau telah menentramkan antara Nabi Adam dan Hawa, Yusuf dan Zulaikha serta junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan Khadijah Al Kubra.

Ya Allah yang Maha Menguasai Alam Semesta, panjangkanlah umur kami, terangilah hati kami berdua menuju kebaikan, jauhkanlah kami dari keburukan, kabulkanlah hajat dan niat suci kami dengan mendapat ridho-Mu dan rahmat-Mu.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Amin.. "

***

Terima kasih yg tulus atas segala ucapan selamat dan doa teman2 blogger semua atas rencana pernikahan saya dan dia.

Insya Allah, cerita dan foto-foto dalam moment bahagia kami akan muncul dua minggu mendatang di blog ini ;).

Blog ini hiatus. I'll be miss u all :D

Beruntung

,
"Kamu beruntung Na.."
Kalimat yg berulang kali saya dengar dari keluarga dan bbrp orang terdekat dalam obrolan dengan siapa saya akan menikah nanti. Kalimat yg ditujukan untuk saya yg menyatakan bahwa saya beruntung mendapatkan si dia sebagai pendamping hidup kelak. Hmm..

"Siapa orang yg beruntung itu?"
Kalimat tanya yg terdengar dari sahabat dan teman2 lainnya saat mereka mengetahui bahwa saya akan segera menikah. Kalimat yg membuat pipi saya memerah, tersipu. Ngapung! :D

Saya beruntung menikah dengannya?
Beruntungkah dia mendapatkan saya?

Beruntung berkata dasar 'untung' dan berlawan kata 'rugi'.
Kok malah seperti orang jualan ya :P

Keluarga, kerabat, sahabat, teman, termasuk blogger semua boleh berkata saya dan dia beruntung bisa bersama-sama mengikat janji tuk membangun sebuah rumah tangga, Insya Allah. Sebaliknya. Buat saya dan dia, justru kami beruntung memiliki orang-orang seperti kalian. Sungguh ;)

Deadline dan Cuti 2 bulan

,
Batas waktu. Deadline. Menjelang itu, perasaan campur aduk. Sepertinya waktu 24 jam, 6 hari seminggu kurang banget. Ada tanggung jawab. Ada keharusan. Menghasilkan yang terbaik, ga asal-asalan. Jika deadline sudah dilalui, perasaan tenang memang muncul, tapi lalu apa? Bengong sesaat. Narik napas lega dulu deh..

Bulan Juni ini banyak deadline yg harus saya temui. Satu deadline sudah selesai kemarin. Meski sempet sakit pagi hari menjelang deadline, perut ngadat. Meski ketar-ketir, khawatir kalau, andaikan.. Alhamdulillah, kelar juga. Saya jalani karena tanggung jawab dan suka dgn pekerjaan itu. I love bz! ;)

Deadline selanjutnya menanti. Yang ini lebih melibatkan segala hal. Usaha, doa juga airmata :D. Satu persatu, tahap demi tahap diselesaikan. Ada jalan keluar. Alhamdulillah. Dan untuk deadline yg ini, saya sudah ga sabar menanti hehe.. Eh, dia juga lho :P

Batas waktu lain yg menanti adalah pekerjaan. Tiga pekerjaan yg waktunya hampir bersamaan. Fiuhh! Walau bisa dikerjakan setelah deadline kedua, tp tetap saja kepikiran. Mesti ngatur jadwal. Mesti diprogram. Padahal maunya saya sih nyantai abis, ga mikirin pekerjaan apa2 setelah menikah nanti. Pengantin baru githu lho! hihi..

Akhirnya, mau ga mau bbrp hal harus saya pending dulu, agar saya bisa fokus. (Terus terang, saya termasuk orang yg susah untuk fokus :D. Semua pingin tetap dijalankan, krn memang saya suka. Tapi kadang mengabaikan kondisi diri sendiri. Ya kesehatan, ya kemampuan. Ssst, ini rahasia lho hehe..). Maaf banget, saya ijin cuti dari moderator Forum Blogfam dan redaksi pelaksana (redpel) bz!. Juga kursus jahit saya yg sudah lama terbengkalai. Saya pending dua hal yg saya suka banget itu selama 2 bulan. Hiks...

Gimana dgn ngeblog, cuti (hiatus) juga? mmm.. dipikirin nanti deh hehe..***

Cincin (5) - Pilihan

,
Banyak orang yg mengeluh karena tak punya pilihan. Tidakkah mereka itu tahu, orang yg punya atau diberi pilihan, akan ada dua hal yg harus dilakukan. Memutuskan dan siap menerima segala resiko dari pilihannya itu. Bukanlah suatu hal yg mudah.

"Makanya, kalau memilih yg benar."

Dua kotak yg sama dikemas sangat indah, tampak luar. Kotak A dan B berisi sebuah benda. Seseorang harus memilih diantaranya. Tidak diketahui benda itu baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, benar atau salah. Pilih.

Apapun yg menjadi pilihannya adalah keputusannya. Keyakinan? Feeling? atau apalah namanya yg jelas itu keputusannya. Apakah lalu jika keputusannya itu berbuah pada pilihan yg buruk, tidak pantas dan salah, kita lantas bisa dgn mudah mengatakan, 'makanya, kalau milih yg benar'?

Hati manusia seberapa dalamnya, tak ada yg tahu. Itu kata bijak. Memilih sebuah hati adalah dengan hati. Bijak jg? saya tidak tahu. Yg saya tahu, saya sudah memilih. Membuat keputusan. Dan sejak tujuh tahun lalu hingga kini atau mungkin sampai saya mati, saya akan menerima segala resiko dari keputusan itu.

Siap menerima resiko dari suatu pilihan. Hmm, kelihatannya serem dan sok. Saya sudah memutuskan dan menerima resikonya bukan krn siap atau sok. Tapi itu pilihan.

'Makanya...' sebuah awalan kata yg menurut saya menyudutkan. Tapi saya tak bisa protes, meski saya ingin. Saya ingin menjelaskan, tp saya tak ingin mengungkit hati. Ingat 'menerima resiko' tadi. Jika harus ada orang lain yg dipersalahkan untuk sebuah pembenaran, adalah saya sendiri. Ingat 'keputusan sendiri'.

Sedih, pasti. Marah, jelas. Apalagi jika resiko itu tidak hanya saya yg merasakannya, tp jg orang2 yg saya sayangi. Saya cintai. Lalu, lagi dan lagi saya menyalahkan diri sendiri dalam diam. Sendiri.

Saya mencintaimu, angel dan princess. Itu pilihan saya saat ini.***

Cincin (4) - 'Janur Kuning'

,
jangan kau katakan dulu
jangan kau siarkan dulu
sebelum janur kuning
hiasan cinta melambai-lambai
di depan rumahku ini

bila tiba saatnya
pesta perkawinan kita
semua kan jadi milikmu
dari bukit-bukit yang menghijau
sampai lautan yang biru

kakanda sayang aduh.. aduh..
kakanda sayang..


===

bait kata-kata di atas bukan puisi
tapi untaian syair lagu
lagu dangdut
gubrak!!

saya hapal dan suka lagu 'janur kuning' di atas
jauh sebelum ada rencana pernikahan dlm waktu dekat ini
lama ga mendengar atau melantunkan
tp kemarin sore, angkot yg membawa saya pulang memutarnya
saya jd senyum-senyum sendiri :)
malu-malu sendiri :D
penumpang lain yg lihat saya bengong :0

ah, ga peduli..
kakanda sayang aduh.. aduh..
kakanda sayang...
*tarikk maaaannggg!*

Cincin (3) - Sama

,
Ditinggalkan. Kehilangan.
Sedih. Kecewa. Marah.
Menyalahkan diri. Tertutup.
Sendiri. Masa lalu.

Saya dan dia sama-sama merasakannya.

Kini..

Pertemuan. Membuka hati.
Menyelami. Tersenyum.
Berbagi. Berdua.
Bahagia. Selamanya.
Semoga.

Saya dan dia sama-sama merasakan, menginginkan dan berdoa.

Cincin (2) - Anak Perempuan dan Ibunya

,
Air mata menggenang di balik kacamata seorang ibu saat prosesi lamaran sabtu lalu. Saya mengenal ibu ini. Juga mengenal anaknya, seorang perempuan seusia saya. Anak perempuannya itu sudah menikah dan terlahir seorang anak laki-laki yg kini berusia 9 tahun dari pernikahannya itu. Tapi saat si anak laki-laki ini masih dalam kandungan, si suami dari anak perempuannya itu meninggalkannya. Begitu saja.

Saya tak tahu apa arti air mata si ibu tadi. Keharuan bahagia untuk saya, atau ada sesuatu kesedihan yg terlintas di benaknya saat itu. Saya mengenalnya, tidak hanya krn garis keluarga, tapi juga atas harapan dan keluh kesahnya. Saat2 berkunjung, ibu itu bercerita. Cerita impian seorang ibu terhadap anak perempuannya. Yg tak tersampaikan. Atau sulit. Ibu dan anak perempuannya itu seperti punya benteng pertahanan masing2.

Saya, seorang anak perempuan dari seorang ibu. Ibu yg juga punya harapan dan impian untuk anak perempuannya. Lalu, bagaimana dgn impian saya? Samakah dgn ibu saya? Haruskah dikompromikan. Bukankah saya yg menentukan masa depan saya sendiri?

Dibutuhkan waktu yg tidak sebentar. Diharuskan melalui peristiwa yg tidak mudah. Saya melumerkan diri. Ibu saya membuka hati. Kami berdua sama2 mencari komunikasi yg memberikan kenyamanan. Mencoba menyampaikan isi hati masing2. Mengerti bahwa saya skr adalah perempuan dewasa, dan Ibu adalah tetap Ibunda dgn segala kelebihan dan kekurangannya.

Ibu saya prihatin krn sekian lama saya sendiri. Harapannya, saya berumah tangga dgn pendamping yg dapat memberikan kebahagiaan lahir maupun batin. Saya sampaikan pada ibu, bahwa harapannya itu adalah doa saya. Saya tetap membuka diri. Tapi kalau jodoh belum tibapun, saya akan menjadi diri saya yg ikhlas. Tak kurang satu apapun.

Sekian lama, saya dan ibu sama2 menunggu :D. Dan, setelah acara 'blushing' kemarin, sambil mengusap rambut saya, ibu bercerita ttg saya kecil dulu hingga dewasa kini. Ibu jg menyampaikan pesan dan tips (ehm..). Satu hal yg saya bisa tangkap saat mendengar semua itu; ibu seakan rela melepaskan, sekaligus tak ingin kehilangan :).

====

Terucap terima kasih, buat temen2 blogger yg udah ngasih ucapan selamat dan doanya. Saya jd semakin merasa indahnya dunia blog *wink*

Cincin (1) - Blushing

,
Pipi saya terasa panas. Mungkin keluarga yg memperhatikan saya saat itu, akan melihat wajah saya yg bersemu merah. Saya malu. Diharuskan mengulang jawaban saya hingga tiga kali. Setelah mengucapkan yg pertama, mereka berteriak kurang keras. Setelah yg kedua agak keras, mereka bilang lebih afdol diucapkan tiga kali.

Tega banget sih mereka. Apa mereka tidak tahu, betapa susah payahnya saya mengeluarkan kata2 itu. Mungkin sebaiknya saya menjawab dalam diam. Kerena katanya, diamnya seorang wanita berarti iya :D. Tapi lebih baik saya keluarkan, betapapun gugupnya saya, karena saya telah yakin dan tidak ada paksaan sedikitpun untuk menerimanya. Sudah saya fikirkan jauh hari dgn segala konsekuensinya. Saya ikhlas lahir batin.

Ucapan ketiga keluar dari mulut saya dgn jawaban yg sama, keluarga yg hadir dan mendengar mengucapkan syukur bahagia. Sebahagia hati saya. Dia menatap mesra, pipi saya kembali memerah.

Prosesi sabtu siang itu diiringi rintik hujan. Kata sesepuh keluarga, itu berarti keteduhan, ketenangan, kesuburan dan rejeki untuk hubungan kami. Amin..

Cincin darinya melingkar di jari manis tangan kiri saya. Sebuah tanda ikatan dari niat baik kami berdua, untuk menuju satu fase kehidupan. Saling menyayangi, saling menghargai, saling mengisi, bekerja sama menjadi insan yg lebih baik dalam hubungan yg Allah ridhoi. Pernikahan. Semoga.[]

Menghilangkan Rasa Benci?

,
Seperti biasa, ruangan kerja saya yg tak seberapa luas ini terasa penuh hanya dengan lima orang di dalamnya. Penuh dan seru, krn biasanya ada saja obrolan ringan yg mengarah pada diskusi dan informasi. Sudah seperti acara 'Kupas Tuntas' gitu deh :D

Kali ini, mereka mengkritisi kalimat dalam lagu 'Laskar Cinta - chapter one' dari 'Dewa 19' yg berbunyi "musnahkanlah virus-virus benci". Menurut dua orang yg sepakat, bahwasanya rasa benci itu tidak bisa dihilangkan. Rasa itu sudah bagian dari sifat dasar manusia. Jadi, yg bisa manusia lakukan adalah membina rasa benci agar tidak menjadi dengki.

Yg lain menimpali, kalau pantas saja byk nasehat mengatakan jangan membenci seseorang secara personal, tapi bencilah sifat atau kelakuan yg tidak baik dari seseorang itu. Maka mereka menyimpulkan bahwa sebenarnya rasa benci itu penting, untuk membedakan baik dan buruk, juga agar bisa nasehat menasehati dalam kebaikan.

Saya yg sedang menyibukkan diri dgn kegiatan blogwalking jadi ikut menyimak. Tapi tidak memberikan tanggapan apapun, paling nyengir :D. Saya malah menanyakan diri, pernahkah saya tidak membenci seseorang atau sesuatu? glek!

Benarkah dgn cinta kita bisa menghilangkan rasa benci?

Profesi Dambaan

,
Selama perjalanan hidup saya (ehm!), dari mulai kecil dulu sampe sekarang (baca: dewasa tua gitu deh :P), ada berbagai profesi juga pekerjaan yg jadi cita-cita, obsesi atau keinginan.
corbis

Inilah beberapa list dan kenyataanya :D

Guru
Cita-cita ini muncul masa usia SD yg entah krn apa. Trus sewaktu saya melihat istri seorang dokter (kakak cewe saya kerja jd asisten si dokter klo buka praktek) sedang memberi privat bhs. inggris di rumahnya, saya terkagum-kagum. Dan muncullah cita-cita tambahan yaitu jadi 'guru bhs. inggris' :D. Sampai di SMA, cita-cita ini ga berubah. Saya tetap senang dgn pelajaran bhs. inggris. Sempet jg sama temen yg satu cita-cita ini ikut bimbingan profesi dan ngadain obrolan khusus dgn guru bhs. inggris favorit kami. Kebayang bgt klo cita-cita bakal kesampaian :)
Kenyataan:
Saya mesti merelakan cita-cita ini kandas. Lulus SMA, saya ga bisa nerusin kuliah di bidang ini, krn keterbatasan biaya. Tapi saya bersyukur, Allah SWT mewujudkan cita-cita ini dalam bentuk lain. Saya pernah mengajar privat bhs.inggris anak2 SD di komplek tempat saya tinggal, juga mengajar mengaji di sekolah agama. Lalu mengajar komputer di sebuah kursus komputer. Jadi saya merasakan jg bagaimana menjadi guru :).

Penyiar Radio
Kebiasaan sebelum tidur ditemani suara2 dari radio, jadilah ngebayangin serunya ngomong rame dan menyenangkan untuk di dengerin orang sebagai penyiar radio :D. Bawain program acara ndiri, muterin lagu2 asyik, interaksi sama pendengar.. wah!.
Kenyataan:
Ini mah super ngayal banget, krn sebenernya saya termasuk wanita yg susyah ngomong. Kadang belibet ga karuan, atau ga tau mesti keluar kata apa untuk merefleksikan sesuatu. Meski untuk soal suara sih, ehm.. tes.. tes.. adalah modalnya *narsis*.

Komputer Grafis
Apa nama profesi sebenernya, saya ga jelas juga. Tapi yg saya maksud adalah orang2 yg kerja di pertelevisian, khusus bagian bikin desain animasi grafis. Misalnya tampilan jeda memulai acara baru, atau tampilan pembuka acara, iklan program acara tv dsb. Saya akan sangat serius dan menikmati banget klo tampilan grafis itu muncul di tv. Beberapa yg jd favorit saya adalah animasi logo trans-tv juga headline news metro-tv. Keren!
Kenyataan:
Kutak sanggup! susyah banget belajar animasi komputer. Apalagi klo lg macet ide. Buat saya sih sering bgt macet idenya tuk bikin kreasi baru hehe.. Jadi yaa.. untuk profesi yg satu ini saya cuma bisa mengagumi.. hiks.. Eh, tapi saya bilang susyah kan krn belajar sendiri, mungkin klo saya ngambil kursus atau sekolah khusus bidang ini, ada kemungkinan saya bisa kali ya? :D

Wirausahawati
Waktu susah bgt nyari kerja (plus yg menggaji tentunya), keinginan berwirausaha ini hadir. Tapi bidang apa, msh blank. Wong modal aja ga punya hehe.. Sampai sudah dpt kerja, keinginan ini msh ada. Diantaranya saya pingin punya butik krn bbrp rancangan baju yg saya buat dan pakai disukai bin dipuji teman2 *ge-er*. Atau pingin punya restoran khusus masakan aneka sayap ayam dan aneka minuman punch dgn nama 'Punch-Wings' :P. Ide ini muncul krn lihat buku2 resep di perpustakaan, walau urusan masak jgn diharepin deh hihi. Dan yg lagi fresh nih, pingin punya toko peralatan jahit dan pernak-perniknya.
Kenyataan:
Ngayal memang hehe.. Saya ga tahu apa saya punya jiwa wirausaha. Yg jelas sih saya bisa pembukuan. Halah! Emang wirausaha cuma perlu pembukuan :P. Ada yg mau modalin?... Lho kok malah.. hihi..

Penulis
Gimana rasanya tulisan saya dimuat di media cetak, atau buku yg saya tulis diterbitkan. Wuih! Menjadi penulis saya inginkan semasa SMA. Ngebayangin klo tulisan saya jg bisa dimuat di mading sekolah. Tapi, saya kuper bgt waktu itu. Yg saya bisa cuma nulis diary :P.
Kenyataan:
Tulisan dimuat di media cetak atau dibukukan sih belum ada, tapi saya bersyukur banget saya masih nulis hingga skr yg selain dimuat di blog sendiri, jg bbrp dimuat media online seperti Forum Blogfam ;)

Wartawan dan Majalah
Hubungannya sih masih sama menulis. Saya suka mengamati hasil tulisan para wartawan media cetak, baik koran, tabloid atau majalah. Saya tertarik dgn menulis liputan traveling atau istilahnya tulisan feature. Mencoba menggambarkan lewat kata2. Tertantang. Trus, berlangganan majalah Gadis waktu SMA bikin saya terobsesi menjadi seorang kontributornya. Menulis salah satu rubrik khusus, terutama psikologi cewek remaja. Sekalian ngayal gimana serunya kerja di sebuah majalah. Meeting tuk nyari ide, hunting dan ngumpulin sumber tulisan, deadline.
Kenyataan:
Jadi kenyataan! Subhanallah.. saya bersyukur bgt. Saya dipercaya jadi salah satu redaktur pelaksana (redpel) di Majalah Online Blogfam (bz!) yg hingga saat ini sudah terbit edisi ke III. Terima kasih Blogfam, maknyak dan co-founder. Terima kasih bu pimred dan pak redpel, terima kasih para jabrik (penanggung jawab rubrik). *Pelukan hangat tuk semua*

Ibu Rumah Tangga
Termasuk profesi? saya menganggapnya iya, krn jadi seorang istri dan ibu di rumah tangga membutuhkan ilmu dan keahlian. Perlu belajar dan berproses. Ga main-main, kudu serius. So saya bangga sama para istri dan ibu. Merdeka!! :D
Dan boleh dibilang, inilah obsesi terbesar saya, menjadi ibu rumah tangga. Dgn catatan, ada bapak rumah tangganya juga :P.
Kenyataan:
Menunggu lamaran... *lho??*

Jangan Takut

,
Apa yg saya lakukan disini? tanya saya dalam hati. Kemana saya akan mengalihkan pandangan? Tutup mata pake kerudung bolehlah. Trus gimana menghindar dari suaranya? Tutup kuping juga, duh rebet banget deh. Malu2in dan norak memang. Tapi saya benar2 takut.

corbisDibujukin model apa jg, saya ga bakalan mau. Biar diketawain, dibilang penakut atau pandangan melecehkan lainnya, saya ga peduli. Saya bener2 takut. Ngapain jg nonton pelm horor bin serem bin nakutin itu, klo masih byk tontonan yg menyenangkan seperti komedi, drama atau action sekalian. Pernah saya nonton pelm 'the sixth sense' yg tadinya saya kira ini pelm drama, dan sukses selama seminggu saya ga berani tidur sendirian. Digodain, saya malah nangis beneran!

Dan minggu kemarin, saya bener2 nekat, mau nonton pelm 'rumah pondok indah' (rpi). Bukan krn saya mau nguji nyali lagi atau terapi rasa takut. Lebih karena rasa rindu. Saya coba tepiskan semua rasa takut, agar saya bisa lebih dekat secara hati. Mengerti keinginannya. Berkorbankah namanya? Bisa dibilang begitu. Tapi saya pikir, ga ada ruginya. Mudah2an sih hehe... Kalaupun nanti saya harus nutup mata dan kuping selama pelm berlangsung, saya ga sendirian :P

Sekitar sepuluh menit sebelum pelm diputar, saya mencoba mencairkan rasa ga nyaman dari rasa takut yg siap menyerang. Saya, 'ibu peri' dengan 'angel' dan 'princess' ngobrol tentang ruangan studio pelm tempat kami duduk saat itu. Susunan kursi dan nomornya, layar besar di depan jg gambar yg bakal terlihat. Seru. Saya merasa dekat.

Begitu pelm mulai diputar, dimulai jg rasa takut. Sering bgt, saya menutup mata dgn kerudung. Angel menggoda saya dgn menarik kerudung yg saya pegang dan BA!, dia tertawa. Saya senang. Pelm terus berlangsung, keadaan berbalik. Rasa takut saya hilang krn sudah bisa nebak jalan ceritanya, malahan angel terus2an meringkuk ke pundak saya dan princess memilih tidur, ketakutan. Padahal mereka yg punya keinginan nonton rpi dgn sesumbar, 'kami seneng kok nonton yg serem2'.

Saya ga akan komen ttg pelm rpi :D, tapi yg jelas saya bahagia acara nonton bareng itu bisa jadi satu langkah pendekatan yg berarti. Saya merasa dibutuhkan dan dihargai :)

So masih mau nonton pelm horor lagi? mm.. nanti2 aja deh hehe..

Libur Artinya..

,
Dua minggu kemarin Indonesia sedang 'hujan tanggal merah' alias hari libur yg pas banget menjelang weekend. Orang sonoh sih nyebutnya 'long weekend' gitu deh :D. Bagi banyak orang, mungkin libur akhir pekan yg panjang ini byk dimanfaatin untuk bener2 liburan dgn piknik atau bersantai ria. Tapi buat saya, liburan kemarin justru dimanfaatin buat kerja. Ga cuma pekerjaan kantor yg tertunda, tapi juga 'kerjaan virtual' di Blogfam dan menyelesaikan praktek menjahit yg lama tertinggal.

Semua itu dilakukan di rumah, dan hari sabtu saja ke luar, selesai jam kursus jahit saya mampir ke kantor, ngurusi pekerjaan yg perlu online. Yg jelas sih saya bersyukur ada libur panjang itu, klo engga, mungkin semua 'pe-er' itu masih menghantui tidur malam saya *hiperbola*. Selain itu, bakalan jenuh kan klo liburan di rumah aja krn 'tong-pes' trus ga ada yg dikerjain hehe.. Semua ada hikmahnya.. ehm.

Menjahit dan Komputer
Kapan ya ada mesin jahit yg bisa diprogram atau terkoneksi dgn komputer. Jadi membuat model, pola dan ukuran langsung di komputer trus klo ada kesalahan ukuran atau jahitan yg ga pas, bisa langsung di-delete (ctrl+del) atau di-undo (ctrl+u) bahkan di-copy-paste untuk jahitan yg sama hehe..

Saya yg sudah terbiasa dgn teknik praktis komputer, merasa sangat frustasi dgn ilmu menjahit manual ini. Apalagi saya termasuk pribadi yg (agak) perfeksionis, pinginnya hasil ukuran akurat dan jahitan rapih. Kadang tersiksa sendiri, krn harus dirombak sampai bagus benar.

Seperti awal2 belajar menjahit, saya frustasi menguasai mesin jahit, membuat lubang kancing, kantong sembunyi, juga memasang bagian lengan. Alhamdulillah, ala bisa karena biasa itu benar. Sekarang masalah2 itu tidak lagi menjadi masalah ;). Terutama membuat lubang kancing, saya tinggal ke toko yg menjual pernak-pernik menjahit, dgn membayar Rp.400 - 500 per lubang kancing, beres! :D.

Tapi kemarin, saya dibuat frustasi yg baru, yaitu memasang kerah berdiri (shanghai). Sampe sudah dibantu guru menjahitnya, saya tetap ga puas krn jahitannya mengkerut. Bongkar pasang berapa kali, akhirnya selesai juga. Pfiuhh! Dari sini saya dapet pelajaran untuk lebih sabar, sabar, sabar dan teliti :D. Menjahit berhubungan dgn angka, pola, keahlian dan rasa seni.

Target Bacaan

,
Pada setiap kesempatan ke perpustakaan, biasanya saya merencanakan tema buku apa yg akan menjadi target bacaan. Satu tema bisa berganti setiap tiga kali peminjaman. Kenapa tiga kali? Biasanya sih karena jenuh, atau penasaran dengan tema lainnya. Tapi hal itu ga terjadi kalau satu buku yg dipinjam belum selesai dibaca, karena harus bolak-balik diperpanjang :D

Bulan lalu misalnya, buku 'Jerit Lirih Seorang Sahabat' diperpanjang sampai tiga kali. Dan dari situ saya tertarik membaca lebih banyak buku-buku psikologi anak, baik fiksi maupun non-fiksinya. Saking senengnya dgn tema itu, saya beli satu buku berjudul 'Dinding-dinding Kaca' - memahami orang-orang autistik - penulis Howard Buten, Ph.D.

corbisDan kali ini target bacaan saya cukup mengejutkan, untuk saya pribadi. Karena ga kepikiran sebelumnya, yakni buku-buku keterampilan, khususnya yg berhubungan dengan benang dan bahan :P. Bukan saja buku-buku model pakaian tapi jg kreasi patchwork atau quilting sampai keterampilan menyulam. Ada apa dengan saya?

Ada satu hal yg sedang gencar2nya jadi fikiran saya. Mungkin bisa dibilang mendominasi segala keinginan2 saya sebelumnya. Saya sedang menimbang-nimbang, bisakah saya? Satu lompatan besar dan ga boleh main2 jika memang saya memutuskan mengambil pilihan itu. Bukan hanya karena pertimbangan 'ingin', tapi lebih dari itu. Tanggung jawab, kesungguhan hati juga keikhlasan. Tujuannya tetap, kebahagiaan dunia akherat. Duh berat banget bayanginnya hehe..

Ini baru wacana dan belum masuk dalam tahapan rencana. Seperti beberapa target bacaan saya yg baru itu. Masih byk yg harus dibicarakan dan didiskusikan. Saya berdoa, jika pilihan ini yg terbaik, insya Allah jalannya lancar ;)

Game Logic

,
Screenshoot Game:


Ketentuan:


Keterangan:
Klik di gambar screenshoot untuk download game.
Saya sudah nyerah hehe..
Ada yg bisa bantu? *kdibh2*

Berbagi Batin

,
corbis

Kadangkala aku bertanya
dimana cinta berada
tersembunyi tiada kunjung menghampiri

Dua angsa memadu rindu
di danau biru bercumbu
pagut sepi ku di sini
letih hati

Begitu jauh
waktu ku tempuh
sendiri mengayuh
biduk kecil, hampa berlayar
akankah berlabuh?

hanya diam
menjawab kerisauan

Kadangkala aku berkhayal
seorang di ujung sana
juga tengah menanti
tiba saatnya

Begitu ingin
berbagi batin
mengarungi hari
yang berwarna
dimana dia
pasangan jiwaku?

ku mengejar bayangan
kian menghilang

penuh berharap

(Pasangan Jiwa - Katon Bagaskara)
****

Ultah Blog ke-2

23 Februari kemarin, Blog Kerlip Bintang ini ulang tahun yg ke-2.
Saya sampai lupa, dan baru keingetan kemarin.
Met ultah Blog-ku. Tetaplah bersinar ;)

Praktek Jahit dan Model Baju Dinda

,
'Sepatu sebelah' akhirnya saya dapatkan. Setelah frustasi mencari di toko langganan peralatan jahit, yg ternyata sedang kosong. Saya dapatkan dengan cara beli paksa dari guru kursus jahit saya hehe. Saya perlu sekali untuk menjahit resleting rok hitam untuk Dian (ponakan 17 tahun) yg akan dipakai minggu nanti untuk latihan paskib (pasukan pengibar bendera).

Oya, 'sepatu sebelah' adalah salah satu peralatan menjahit yg digunakan khusus untuk menjahit resleting biasa (standar). Alat ini berbentuk seperti sepatu dan dipasang di mesin jahit. Klo sepatu yg standar memiliki dua sisi dengan bagian tengah yg bercelah untuk naik-turunnya jarum jahit. Sedangkan sepatu sebelah, hanya ada satu sisi, sisi yg kosong menyesuaikan tekstur resleting yg tebal.

Sejak saya mulai praktek menjahit, saya sudah menggunakan Dian sebagai model. Buat saya lebih leluasa untuk melihat hasil jahitannya dibanding membuat praktek untuk diri sendiri. Mm, sebenernya ngeles juga sih, krn praktek2 jahit ini lebih byk nge-pas badan. Badan saya lg ga langsing hihi..

Tanpa saya perhatikan, Dinda (ponakan 5thn) ternyata merasa cemburu krn terus2an Dian yg 'dibuatkan baju' oleh saya. Suatu hari, Dinda mendatangi saya dan mengutarakan keinginannya.

"Bunda, bikinin Dinda baju ya?," belum sempat saya jawab, Dinda sudah melanjutkan dgn gerakan tangannya, "Yg begini nih, ininya kesini (pundak) trus satunya kesini (bawah ketiak). Pake tali, ya Nda?"

corbisSaya bengong, Dinda dapetin dari mana model 'ajaib' spt itu? Yg Dinda maksud baju atasan dengan bagian atas menyamping. Satu sisi tali terkait di pundak dan satunya tanpa tali seperti kemben. Sexy banget :P

"Wah modelnya susah tuh, Bunda mesti belajar dulu. Mm, nanti aja ya?" jawab saya. Mendengar itu Dinda mikir sebentar. Lalu, "iya deh ga papa, besok aja jadinya." Gubrak!! Dikira bim salabim bikin baju! hehe..

Hingga saat ini, saya baru sampai praktek ke-5 membuat gaun princess dengan kerah kotak dan lengan kop. Kesulitan yg masih saya dapati adalah memasang kantong pada rok. Memasang lengan dan resleting (standar dan jepang) sudah lumayan lancar *kdibh2*

Susahnya Baca Asyik di Bis

,
Sip! Bis hari ini tidak terlalu penuh. Ada dua baris tempat duduk yg kosong. Dan saya mengambil salah satunya. Teman yg barengan naik tadi duduk di depan. Dia teman kursus jahit saya yg baru saya kenal hari ini saat menunggu bis yg sama. Saya dan dia beda jadwal kursus.

corbisTempat dan saat di bis yg pas untuk mulai membaca. Saya keluarkan buku novel psikologi anak yg ditulis Torey Hayden berjudul 'Murid Istimewa - Jerit Lirih Seorang Sahabat'. Sudah lama saya tidak membaca dalam kendaraan selama perjalanan. Saya meninggalkan kebiasaan itu krn lebih asyik bercerita atau ngobrol dgn diri sambil melihat ke luar jendela ;). Tapi krn novel itu sudah lebih dari tiga kali diperpanjang peminjamannya dari perpustakaan, maka saya putuskan segera menyelesaikannya. Ceritanya semakin menarik, dan saya terhanyut ;).

Mm, saya termasuk tidak bisa membaca cepat, dan sering diprotes Dian, keponakan saya yg SMA. Apalagi klo buku2 yg saya baca adalah buku pinjaman teman Dian :D. Sudah lemot bacanya, waktunya jg susah dicari. Pulang kerja klo langsung 'ngamar' tuk baca, saya ga punya waktu tuk ngubrul sama keluarga atau nonton acara paporit di tipi. Wiken, saya harus mengerjakan tugas kursus jahit. Fiuh!

Ya, waktu yg pas tuk membaca di kendaraan. Tapi... ini jg ada saja halangannya. Berharap tidak penuh dan mobilnya ga ngebut. Krn klo membaca dan kendaraan ngebut, kepala jd pusing dan perut jd mual. Ga nyaman deh. Dan hari ini, bis kosong dan berjalan normal. Sip banget.

Baru beberapa paragraf dibaca dan saya mulai memasuki kelanjutan cerita, ada yg mengganggu hidung saya. Ugh! Bau yg sangat khas dan menyengat dari satu jenis minyak wangi. Saya menyebutnya minyak 'nyong-nyong', itu lho minyak wangi yg katanya asli tanpa alkohol. Saya ga suka baunya klo dipakenya kebanyakan gitu. Ga tau orang sebelah mana yg pake. Tapi saya berusaha tahan, dan terus membaca. Duh, malah jd pusing dan mual.

Susah bgt ya mo nyantai baca :P

Lebih Dekat dengan Anak-anak

,
Sejak awal bulan lalu hingga awal bulan ini - mungkin juga bulan-bulan berikutnya - saya sedang menyibukkan diri dengan anak-anak. Bukan berarti saya beralih profesi jadi guru TK atau SD, meski saya dulu pernah punya cita-cita itu :D. Mereka, anak-anak itu sedang menyita perhatian saya untuk selalu bereksplorasi bersama. Mengenal mereka lebih dekat dan mengetahui perkembangan dan hasil dari yg saya terapkan.

corbisDulu juga saya dekat dengan anak-anak, dengan keberadaan ponakan2 yg 'ajaib' dan anak-anak orang lain lewat pengajaran di sekolah TPA (Taman Pendidikan Al-Qu'ran) usia TK dan SD. Saat itu, saya belum ada pemahaman lebih dalam tentang jiwa dan perkembangan mereka. Hal itu menyebabkan saya, kadang2 berfikir anak-anak itu mengganggu dan sering sekali menjengkelkan, nakal :P

Lewat buku2 psikologi anak-anak baik non-fiksi dan fiksinya, saya banyak belajar memahami jiwa dan perkembangan anak-anak. Membuat saya ingin mencoba dan mendekati mereka. Sasaran utama saya adalah Dinda, ponakan saya yg berumur 5 tahun. Selama ini, mungkin, sosok saya bagi Dinda tak lebih adalah orang dewasa pelengkap penghuni rumah. Saya jarang memperdulikan dan memperhatiakannya, krn saya tak mau diganggu :D

Saya obral pujian saat dia melakukan hal2 yg baik. Memberikan kertas2 gambar untuk diwarnai. Mengajarkannya lipat2 kertas (origami), bahkan kemarin Sabtu, saya menepati janji mengajaknya ke perpustakaan. Ya, hanya saya dan dia. Kami, terutama saya menikmati 'petualangan' baru di dunianya :).

Hasilnya? Membuat saya terharu bahagia. Ada ciuman pipi dan pelukan hangat dari Dinda sebelum tidur untuk saya, tanpa diminta. Ada sapaan hangatnya dan senyumannya pada waktu berangkat dan pulang kerja. Dan itu membuat saya berarti :). Respon anak-anak dari yg sudah kita lakukan untuk mereka, adalah tulus dan jujur. Saya jadi ga sabar untuk jadi seorang ibu hehe...

Oya, ngomongin anak-anak, Majalah online Blogfam 'bz!' sudah launching edisi keduanya 6 Maret 2006 kemarin dengan tama anak. Banyak informasi yg bisa didapat, baik perkembangan anak juga blog anak.***

'Kartu Kuning'

,
Wanita muda yg duduk di samping saya dalam bis terlihat gelisah. Tidak bersandar dan sering menengok ke luar jendela dan ke luar pintu bis berkali-kali. Begitu kondektur lewat, dia menegur, "Mas Depnaker ya!" Anggukan si kondektur tetap tidak membuatnya duduk tenang.

Saya jd ingat, gelisah seperti itu waktu dalam metromini menuju Mal Citraland Jakarta. Itu kali pertama saya dan teman ke Jakarta pakai kendaraan umum. Biarpun penumpang lain yg saya tanya menjawab, "tenang saja masih jauh", tetap bikin saya dag-dig-dug :D

"Mau ke Disnaker ya?," tanya saya mencoba mencairkan gelisahnya sekaligus meralat kata 'Depnaker' dgn 'Disnaker'.
"Iya mba," jawabnya dan tersenyum.
"Masih jauh, di Ciceri. Dari mana?"
"Oh.. dari Cilegon."
Hmm, saya berfikir wanita ini jarang ke luar rumah atau orang pendatang, karena selain ga tau dimana kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Prov. Banten juga bepergian sendiri dgn bis seakan tidak membuatnya nyaman.

Selanjutkan obrolan ringan dgn wanita ini mengalir. Sebenarnya saya jarang sekali mau ngobrol dgn teman seperjalanan. Saya lebih suka ngobrol dgn fikiran saya sendiri sambil melihat ke luar jendela bis. Tapi kali ini rasa penasaran saya muncul begitu saja.

corbisWanita lulusan slta tahun 2003 ini berniat mencari pekerjaan menjadi buruh pabrik di wilayah Cikande Serang. Pergi ke Disnaker untuk membuat 'kartu kuning'. Dengan polos si wanita yg ternyata sudah menikah dan punya anak umur 3 tahun ini bertanya pada saya, foto ukuran berapa klo mo buat 'kartu kuning' :P.

Mesin waktu di otak saya berputar cepat mencari data 'kartu kuning' Disnaker. Tahun 1994 begitu lulus dari sekolah setahun jurusan manajemen informatika, saya membuat kartu kuning untuk melengkapi syarat lamaran kerja. Berapa ukuran fotonya, saya ga ingat hehe.. Tapi saya menjawab pertanyaan wanita itu dgn, "mm, saya ga ingat pasti. Siapin aja foto ukuran 2x3 dan 4x6," sambil senyum. Wanita tadi mengangguk. Lugu.

Sampai skr saya belum paham benar apa fungsinya 'kartu kuning' yg dibuat Disnaker untuk para pencari kerja. Banyak jg perusahaan yg tidak memasukkannya dalam persyaratan berkas lamaran. Dan kalau tidak salah, dalam kartu kuning ada tabel data diri kita. Seperti tahun sekian sedang mencari kerja, tahun sekian dapet kerja di anu, dan seterusnya. Jadi ada data kesinambungan, ada laporan kontinyu dari kita mengenai pekerjaan. Tapi kebanyakan (hampir semua), kita hanya membuat kartu kuning jika mencari kerja lalu ga pernah laporan begitu dapet kerja :D.

Jika itu merupakan data statistik, bagaimana bisa akurat? Seorang teman wartawan menjelaskan, kalau data itu bisa diupdate dengan mengaitkan data laporan daftar karyawan tiap perusahaan. Hmm, iya juga. Tapi saya tetap beranggapan agak sulit untuk jadi data yg akurat.

'Dil to pagal hai'

,
Teman sekerja cowok pernah bercerita urusan cintanya, saat dia dan istrinya berpacaran dulu. Rumah sang pacar tidak ada pesawat telepon, jd untuk berkomunikasi mesra sebelum tidur :P, mereka lakukan via sms. Disinilah masalah sering muncul, menurut si teman saya itu.

Salah kirim sms, salah persepsi krn kata2 di sms, sms tak berbalas dan hal2 kecil lainnya bisa memicu pertengkaran di antara mereka. Biasanya berujung pd si pacar ngambek dan nangis. Lalu mengeluarkan kata2 andalan, "sudah ga sayang lagi ya.. hiks." Dan kalau sudah begitu, si teman saya ini mengaku akan lari ke wartel terdekat lalu menghabiskan dana yg tidak sedikit untuk kembali 'berdamai' hehe..

"Keseringan kayak gitu, gue lamar aja skalian! Biar ga salah sangka mulu dan ga ngabisin modal," kata si teman saya sambil tertawa geli. Saya jg ikutan tertawa, bahkan kadang saya pakai cerita itu untuk menggodanya. "Gimana skr sudah nikah, masih ada kata2 'sudah ga sayang lagi ya.. hiks' ga?"

Tapi setidaknya, cerita teman itu membuat saya berfikir. Saya mengenal si pacar alias istrinya skr sebagai wanita pekerja yg mandiri. Saya merasa aneh saja, mosok hanya gara2 hal sepele spt itu si wanita itu jd terkesan rapuh dan manja. Tapi spt byk orang yg pernah merasakan jatuh cinta, bahwa cinta itu memabukkan. Hati akan mendominasi akal sehat bekerja.

Dulu memang saya ga beda dgn istri teman saya itu. Sama2 wanita yg berubah aneh saat dgn sang pacar. Serba tergantung dan love of belonging-nya meningkat drastis. Sensitif juga labil. Dan itu sangat tidak nyaman. Makanya, saya bertekad no more! Yg biasa ajalah, kan udah dewasa :P

Fiuh! Ternyata ga mudah. Seminggu lalu 'keanehan rasa' itu tiba2 muncul. Saya emosi sampai men-delete semua sms-nya di memory hp. Menangis. Tapi setelah itu lega. Sambil menenangkan diri saya tersenyum geli sendiri. Lutcu aja. Dil to pagal hai. Ya, hati yg mencinta memang terkadang aneh juga gila.

Lalu bedanya apa dgn saya yg dulu? Mm, skr saya bisa mengungkapkan padanya apa yg saya inginkan dan apa yg menjadi keberatan saya dgn cara atau upaya yg dimengerti juga diterima olehnya. Dan itu melegakan, daripada ngambek berhari-hari dan bilang "udah ga sayang lagi ya.. hiks." ;)

** ket:
'dil to pagal hai' adalah bahasa India yg artinya 'Hati memang Gila'. Saya tau kata2 ini dari film India dgn teks yg sama. Di mainkan oleh Shahrukh Khan, Madhuri Dixit, Akhsay Kumar dan Kharisma Kapoor. Ceritanya begini... *halah!* :D.

Tematik

,
Sebuah pusat perbelanjaan, biasanya menjelang hari2 besar baik nasional maupun internasional akan muncul pernak-pernik atau aksesoris penghias berbagai sudut yg disesuaikan dgn hari2 besar itu. Dalam mendesain website, istilah untuk menambah atau merubah tampilan website yg disesuaikan untuk memperingati event2 tadi adalah 'tematik'.

Secara garis besar, komposisi ataupun tata letak website tak banyak berubah. Tematik biasanya hanya merubah bbrp bagian saja, seperti header utama juga warna2 teks ataupun penambahan pernak-pernik yg mendukung. Contohnya logo 'google' di google.com dan website bhinneka.

Hubungannya dgn blog, tematik ini pastinya bisa digunakan. Apalagi klo blog yg bersifat personal, so bisa aja seorang blogger memberi tema tampilan blognya disesuaikan dgn suasana hati misalnya hehe..

corbisSaya sedang menerapkan 'tematik' ini pada blog ini. Bentuk dan komposisi tata letak akan tetap seperti ini, tapi terkesan tidak monoton krn akan ada perubahan pada image header dan warna2 bagian tertentu. So diharapkan tampilan blog ini membawa nuansa yg berbeda-beda ;). Menurut saya, tematik ini lebih efisien dibanding dgn mengganti keseluruhan tampilan desain blog, terutama bagi yg menggunakan fasilitas gratisan spt saya :P.

Image header warna biru dgn pulasan bintang2 di atas itu buatan dQ (thanks banget!). Saya beri sentuhan outline pink, text 'Kerlip Bintang' plus tiga ilustrasi hati di bawahnya. Kok tiga hati sih? Ga ada penjelasan, yg pasti keliatan pas aja hehe.. Ada yg bisa nebak, tema apa yg saya munculkan kali ini? *lho kok jadi tebak2an :P*

Pensieve

,
geocitiesJ.K. Rowling sang pengarang cerita petualangan Harry Potter, menurut saya adalah sekian banyak pengarang fiksi yg memiliki imajinasi yang luar biasa. Para tokoh, tempat2, kegiatan2, hewan, tumbuhan dan istilah2 dunia sihir yg dia buat, sungguh kaya ide. Di antara itu semua, saya suka dgn oclumency, kamar kebutuhan, herbologi, dementor, dan pensieve.

Pensieve dalam cerita Harry Potter adalah sebuah baskom khusus sebagai tempat menaruh kenangan. Kenangan dikeluarkan dari kepala dgn tongkat sihir. Kenangan digambarkan berbentuk gas putih cerah memanjang. Di dalam baskom, gas putih cerah memanjang itu akan berputar tenang seperti putaran air yg konstan. Jika seseorang memasukkan kepalanya ke dalam pensieve, maka orang itu akan masuk dalam kenangan pemilik pensieve. Dapat melihat atau tepatnya berada dalam kejadian kenangan dgn jelas. Ada tapi tak terlihat.

Rowling menciptakan pensieve dalam dunia sihirnya karena byk sekali kenangan atau memori yg akan memenuhi otak seseorang. Dengan memindahkan kenangan2 itu, selain berguna untuk diri sendiri, juga bisa sebagai informasi sehingga dapat memecahkan misteri2 yg terjadi.

pro.corbis.comPensieve memang istilah dalam dunia sihir imajinasi Rowling. Tapi bukan berarti dalam dunia nyata juga tidak ada pensieve. Buku diary adalah 'pensieve' saya sejak kelas 1 SMA :). Saya masih menulis diary hingga skr. Meski tidak sesering dulu (tiap hari), tapi jika otak dan hati saya sedang byk memikirkan atau merasa suatu hal, maka saya butuh memindahkannya pd diary.

Seperti pensieve Rowling, 'pensieve' saya jg bisa membuat orang yg memasukinya dgn cara membaca, akan terbawa pd kenangan saya. Tapi saya seperti Profesor Snape, guru Harry Potter, yg akan marah sekali jika pensieve saya dilihat orang :D. Ya, tentu saja pensieve bersifat personal.

Dalam buku ke-6 Harry Potter and The Half-Blood Prince, ternyata kenangan juga bisa diutak-atik. Maksudnya, kadang manusia mencoba mengingkari sebuah kenangan dgn cara merubahnya dgn pemikiran yg ideal menurutnya. Kenangan yg buruk.. hm, siapa sih yg mau :(

Menurut blogger, apakah blog bisa jg disebut 'pensieve'? :D

Komputer Kok di Jembreng..

,
CorbisKabel monitor sudah terpasang, tinggal dihubungkan dgn arus listrik. Satu tindakan lagi, tapi ternyata tak saya lakukan. Ragu. Membayangkan monitor yg berasap, atau meledak bisa jadi. Lalu semua aliran listrik di rumah mati. Konslet. Elektronik yg sedang menyala rusak semua. Kebakar... Stop! Terlalu hiperbola otak saya bekerja. Dijemur sehari lagi deh, digenapin empat hari, akhirnya saya ambil keputusan.

Seminggu lalu, sepulang kerja, saya mendapati lantai kamar saya basah. Dan dibeberapa bagian sampai tergenang. Memang setiap kali hujan, ada rembesan air di salah satu dinding kamar. Kalau hujannya gerimis, hal itu tak sampai terjadi. Hanya, siang hari sebelum saya pulang itu, hujan turun sangat deras. Makanya melihat genangan air di lantai yg banyak itu, saya maklum dan tidak mengeluh.

Histeris terjadi ketika melihat keyboard komputer juga tergenang air. Lalu monitor, mouse dan casing CPU yg basah! Mau nangis rasanya. Rupanya, krn hujan deras itu ga hanya dinding langganan yg dibasahi air, tapi juga atap dimana seperangkat komputer kesayangan berada di bawahnya. Pingin bgt ngomel sama orang rumah yg ga ngecek keadaan. Tapi ga mungkin. Dalam kepanikan, saya coba berfikir positif. Mudah2an ga ada yg rusak (air dari keyboard mengucur seperti air teko yg dituang ke gelas).

Setelah telpon suhu, rasa campur aduk sedikit lega. Kata suhu, selama dalam keadaan basah itu tidak kontak dgn listrik, gpp. Dibuka semua bagian dan jemur sampai kering, begitu suhu ngasih solusi. Sayapun bangun pagi2 dan berharap matahari bersinar cerah hari ini (bersamaan dgn sms ttg 'mentari' :D). Setelah mempreteli hampir semua bagian, saya mengelap sisa2 air yg ada dan men-jembreng-kan satu persatu perangkat komputer malang itu di atas koran depan rumah.

Pagi ini, saya bangun pagi (lagi). Rencana menulis untuk update blog. Tadi malam terhambat krn ada buku Harry Potter 6. Saya nyalakan komputer yg sudah sembuh. Buka notepad dan mulai mengetik. Tapi... tak ada satu hurufpun yg muncul. Saya menekan tombol2 di keyboard sembarangan tuk mencoba. Kursor tetap diam di tempat. Tolonya saya. Dua hari lalu pertama kali saya menyalakan komputer setelah dijemur itu, sama sekali saya tidak mengecek keyboard. Sudah cukup senang OS berjalan mulus juga monitor dan mouse baik2 saja. Hmm, mudah2an suhu punya keyboard bagus yg nganggur :P.

***
Saya, Aal dan dQ ngadain kopdar dadakan selam kurang lebih satu jam, minggu (29/01), di Foodcourt Edi Toserba Cilegon jam 14.30 wib. Acaranya makan (pasti, krn ketiganya laper beneran) dan ngubrulin dunia blog dgn seru! Thx guys ;)

Gambar Imajinasi?

,
Usianya masih SD kelas 4 saat dia punya kamar sendiri. Kamarnya yg tidak luas itu berlantai dan berdinding semen yg sudah retak2. Bagian atapnya adalah potongan triplek yg dicat putih dgn bercak2 coklat tak beraturan bekas rembesan air hujan. Meski kondisi kamarnya seperti itu, dia senang berlama-lama di kamarnya. Belajar, bermain BP (Bongkar Pasang) atau hanya tidur2an di atas tempat tidurnya sambil bernyanyi dan menatap lama ke arah dinding, lantai juga atap kamarnya.

Suatu hari dia mengamati satu bagian dinding di kamarnya, lalu dia mengambil pinsil dan mulai menorehkan ujung pinsilnya mengikuti retakan pd bagian dinding yg dia amati tadi. Begitu seriusnya. Dan ketika selesai, dia mundur satu langkah. Dia tersenyum. Di dinding sudah tergambar satu wajah wanita lengkap dgn mahkota, kalung dan sepasang anting. Seorang putri, pikirnya. Retakan pada dinding kamarnya telah membentuk gambar seorang putri!.

Mulai dari saat itu, gadis kecil ini sering mendapatkan gambar2 lain dari retakan atau pola yg sebenarnya tak teratur dari dinding, lantai atau atap kamarnya. Lelaki berlari, seekor anjing juga wajah2 wanita dgn posisi dari samping. Lebih byk sosok manusia. Jika gadis kecil ini telah dapat menebak atau mereka-reka sebuah gambar dari pola2 tak beratur itu, maka hatinya senang. Kesenangan itu juga dia dapati di luar kamar. Melihat awan, melihat pepohonan dan apapun. Meski kali ini tidak perlu pakai pinsil. Gambar2 itu tergambar dalam pandangan dan imajinasinya.

****
Satu episode serial tv 'The Twilight Zone' bbrp tahun lalu, yg saya lupa judulnya, pernah bercerita ttg kebiasaan yg mirip dgn si gadis kecil di atas. Bedanya, dlm serial tv cerita fantasi atau science fiction itu si wanita yg sering berimajinasi dgn pola2 tak teratur itu menjadi sangat ketakutan dan paranoid, krn seakan-akan wajah2 yg tergambar itu mengejarnya atau akan membunuhnya. Hingga akhirnya dia harus dirawat (isolasi) dalam sebuah kamar yg serba putih bersih tanpa noda atau pola sedikitpun, baik perabot maupun dinding, lantai dan atapnya.

Sedangkan si gadis kecil itu justru menyenanginya, krn dia menganggap setiap gambar yg dia hasilkan dari pola2 tak beraturan itu, berarti dia telah menyelesaikan permainan. Dia puas. Dia senang. Tak ada ketakutan. Tapi juga tidak menjadi candu. Justru imajinasinya ttg byk hal jadi berkembang. Dengan berjalannya waktu, dia tak lagi bermain-main dgn satu 'kegiatannya' itu. Terlupakan.

Hingga bbrp hari lalu, saya mendapati dinding dekat pintu kamar mandi rumah saya, catnya di beberapa tempat terkelupas. Saat saya amati sekilas, cat yg terkelupas itu membentuk gambar wanita berdiri memegang tas dan di dekat kakinya ada anjing kecil. Saya tersenyum. Dan kenangan di dalam kamar pertama yg saya miliki saat SD dulu kembali muncul. Anehkah saya? :D

Danau Tasikardi

,

Tasikardi adalah nama sebuah tempat berupa danau atau waduk yg dibuat pada masa Kesultanan Banten. Danau buatan ini berbentuk melingkar dan di tengahnya terdapat tempat peristirahatan Sultan Banten. Saat ini Tasikardi dijadikan obyek wisata dan termasuk salah satu tempat bersejarah Kawasan Wisata Banten Lama.

Sebagai informasi, Kawasan Wisata Banten Lama ini terdiri dari beberapa lokasi dan bangunan wisata bersejarah masa Kesultanan Banten berdiri hingga pendudukan Belanda yakni pada abad ke-16 dan 17. Terdapat Mesjid Agung Banten yg cukup terkenal dgn menara khas-nya, Musium Situs Kepurbakalaan yang digunakan sebagai tempat menampunng sisa-sisa kejayaan Banten juga sering digunakan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Beberapa runtuhan bangunan seperti Keraton Surosowan, Kaibon dan Benteng Speelwijk. Vihara Avalokitsvara dan Danau Tasikardi. Tempat-tempat tersebut berada pada lokasi yang berdekatan.

Jika mengunjungi Mesjid Agung Banten melalui Pasar Lama Serang, maka Tasikardi yg berada tepat di pinggir jalan raya ini adalah lokasi terakhir yg dilewati, yg kemudian bisa pulang atau keluar dari area wisata lewat Kramatwatu, 6km sebelah Barat Kota Serang. Tapi jika ingin mampir ke Tasikardi terlebih dahulu dari rangkaian perjalanan wisata sejarah di Banten ini, maka bisa langsung melalui jalur Kramatwatu dan berkeliling hingga pulang ke arah Pasar Lama Serang.


Tasikardi siang itu, tak banyak berubah sejak saya pertama kali mengunjunginya pada usia SD bersama keluarga dulu. Areanya yg berbentuk lingkaran dipagari kawat berduri. Di luarnya hamparan petak2 sawah dengan padi yg mungkin baru berumur bbrp minggu. Hijau, menyejukkan sejauh mata memandang. Air danau yg tidak pernah kering ataupun meluap, terlihat tenang dgn alur mengikuti arah angin. Pepohonan rindang yg berjajar pada kiri dan kanan jalan yg mengelilingi danau, mengubah tiupan angin jadi udara yg sejuk. Sesekali terlihat burung2 kecil sebesar burung gereja namun lebih gesit, terbang melintasi danau atau bertengger di pepohonan. Suara cuitannya melengkapi suasana. Sebuah Tempat bagi yg menginginkan ketenangan dan kenyamanan. Ga aneh memang, makanya dulu lokasi ini di bangun untuk peristirahatan keluarga keraton.

Dari sekian kali saya ke Tasikardi, baru siang itu saya mengamati dan menikmati semua suasananya. Biasanya saya mengeluh, apa enaknya ke Tasikardi? Sepi, bengong doang liatin air danau. Kalaupun niat ke sana, bersama keluarga atau teman harus menyiapkan acara seperti makan2, bakaran ikan dsb. Sebatas dapetin tempat ngumpul dan makan bahkan tidur yg enak lagi sepi, krn memang pengunjung Tasikardi tidak pernah ramai seperti halnya Wisata Pantai di Banten. Saya ga ingat kapan terakhir kali ke Tasikardi. Meski sudah 5thn saya tinggal di kecamatan yg sama dgn lokasi Tasikardi, baru siang itu saya mampir lagi.

tasikardi
Untuk bisa masuk Tasikardi yg buka tiap hari ini, pengunjung perlu merogoh kocek Rp2.500 per orang. Dan Tasikardi siang itu, ada sekitar 20 pengunjung yg datang. Satu keluarga jg bbrp pasangan duduk di atas tikar yg bisa disewa Rp3.000. Mereka mengambil tempat di pinggir2 danau dgn jarak yg saling berjauhan antara satu dgn lainnya. Saya ga tau brp tepatnya diameter dari danaunya, tapi yg jelas cukup luas. Di antara mereka, tepat di bibir danau terlihat bbrp lelaki dgn kailnya. Danau Tasikardi jg tempat mancing yg asyik. Saya bisa melihat hasil tangkapan yg cukup lumayan dari seorang pemancing yg berada tak jauh dari saya duduk. Ga tahu jenis ikan apa, tp seperti ikan mujair dgn besar paling kecil se-telapak tangan anak umur lima tahun.

Matahari yg disembunyikan awan tebal siang itu membuat suasana di Tasikardi semakin nyaman. Hingga tak terasa waktu berjalan cepat. Sebelum pulang saya disuguhi atraksi dari burung2 kecil yg terbang berkelompok di tengah danau, lalu sesekali secara bergantian mereka turun ke permukaan danau spt mematuki sesuatu. Mungkin ikan2 kecil untuk makan, saya tak tahu pasti. Yg pasti atraksi sebelum saya pulang itu melengkapi empat jam saya menikmati gambaran alam nyata yg tampak dimata jg dirasa dihati. Indah.

"Betah ya disini," ujarnya.
"Mo kemping sekalian?" gurau saya sambil senyum.
"Boleh ga ya kemah disini?" dia serius.
"Mending mancing aja deh. Kita liat nanti, siapa yg paling byk dapetin ikan," tantang saya yg jd ingin bernostalgia mancing.
"Boleh, mudah-mudahan minggu depan ga hujan ya..," harapnya yg sekaligus rencana.


Motornya melaju dgn kecepatan sedang. Seakan memberi kesempatan saya yg duduk di boncengan motornya, untuk menikmati pandangan hijaunya sawah di kiri dan kanan dalam perjalanan pulang sore itu. Hati saya tersenyum. Terima kasih Allah atas keindahan hari ini.***

Keluarga

,
corbis"Bunda mana?"
Pertanyaan sama berasal dari kakak, kakak ipar, sepupu, juga keponakan yg datang saat kumpul Idul Adha kemarin. Saya mendengar dari dalam kamar. Tak berapa lama, saya yg sedang nelungkup di atas tempat tidur dihampiri mereka.
"Bunda sakit ya?"
"Sakit apa Bunda?"
"Dah minum obat blum?"

Dahi saya dipegang. Atau kaki saya dipijat. Sepupu dan dua kakak ipar saya malah langsung ngobrol sambil duduk di pinggir tempat tidur. Menemani saya. Saya jadi terharu. Mereka, keluarga saya sangat perhatian. Tidak seperti dia yg.. ah.

Sejak tadi malam saya merasakan kepala yg snut-snut juga badan yg rada ngilu. Tapi masih saya diamkan, krn saya pikir, dgn tidur nyenyak dan bangun pagi rasa itu bisa hilang. Tapi tidak. Mungkin krn saya sedang haid, so kondisi jg menurun. Apalagi, Senin lalu saya byk keluar kantor krn bbrp urusan. Siang yg sangat terik. Di dalam kendaraan, saya byk mengeluh dlm hati. Udara panas yg tak mengenakkan. Saya jd teringat dan membayangkan panasnya Mesir dalam novel 'Ayat-Ayat Cinta'.

Rasa tubuh yg meriang, makin terasa jika yg diharapkan tak terwujud. Seorang teman memang pernah bilang, "setiap saat bersiaplah untuk kecewa." Tapi saya tidak siap, krn saya begitu ingin. Karena saya sedang membuka hati. Hanya dia tak mengerti. Mudah2an begitu. Jgn sampai tidak mau mengerti. Saya akan sangat kecewa. Bila saya sangat kecewa... saya pusing memikirkannya. Hingga hari raya kemarin, kenapa saya harus tidak menikmati dan mensyukurinya bersama keluarga. Saya benci!

Karena saya tidak ingin membenci, saya bangun dari tempat tidur. Ikut ngobrol dgn keluarga saya yg lebih menyayangi saya. Saya singkirkan rasa snut-snut untuk bermain dgn para ponakan yg lutcu2. Memuji Malva dgn baju barunya yg indah. Tertawa bareng Damar yg baru sebulan bisa jalan. Makan hidangan yg lezat dengan Hauzan yg makin gembul. Rasa tak nyaman itu terlupakan. Kecewa itu terkikis. Alhamdulillah..

Saya putar lagu "Cinta Gila" dari Dewa. Dan Damarpun menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan kanan. Semua tertawa. Bahagia itu saya dapatkan dalam keluarga.

"Hati hati dengan hatiku
Karna hatiku mudah layu
Jangan kamu bermain-main
Karna kutak’ main-main"
(Dewa - Cinta Gila)


Sore hari, sebelum pulang. Kakak menggendong Damar, menghampiri saya sambil bilang, "Bunda yg sehat ya, jgn sakit terus." Sayapun mbrebes mili (air mata berkaca-kaca)

Hari Raya Qurban

,


"Dan serulah kepada manusia supaya menunaikan ibadah haji, niscaya mereka datang kepada kamu dengan berjalan kaki dan menunggang unta yang datang dari segenap penjuru. Supaya mereka menyaksikan bermacam-macam manfaat bagi mereka. Mereka berzikir menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan atas rezeki yang Allah karuniakan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian, dan sebagian lagi berikan untuk orang-orang miskin dan fakir." (Alquran Surah Al Hajj ayat 27-28).

****
Sejarah Qurban
Makna Berkurban
****

Inspirasi - Hitam

,
from corbis.com
Inspirasi memang bisa didapat dimana saja. Memandang ke luar jendela pada sebuah perjalanan, misalnya. Seorang teman bercerita, lewat jendela kereta di perjalanannya, ide sebuah cerpen datang untuknya :).

Buat saya, ide yg datang saat melihat ke luar jendela bis setiap pulang pergi ke tempat kerja adalah membuat posting di blog :D. Pagi ini, diiringi lagu2 nostalgia dari pengamen favorit, saya dapet ide menulis bbrp tema posting. Salah satunya yg ini.

from corbis
Duka atas musibah2 yg terjadi di tanah air akibat bencana banjir jg longsor. Prihatin pada tingkah manusia yg merugikan dan tidak bertanggung jawab seperti bom, tawuran, formalin dan zat2 berbahaya dlm makanan juga penggusuran yg menyisakan tangis.

Cuaca seperti menyiratkan. Mendung. Hujan. Dingin. Sedih. Kelabu. Hitam.

form corbis.com
Pada sebuah warna. Hitam.
Warna kedukaan. Warna tanpa harapan. gelap.
Tapi bisa bermakna elegan. tegas. gaya.

Hitam dalam melodi.

Hitam kini hitam nanti
gelap kini akankah berganti..
(Lilin lilin kecil - Chrisye)

Hitam manis, hitam manis
yg hitam manis
pandang tak jemu, pandang tak jemu
(Hitam Manis - Benyamin S)

Hitam.. orangnya hitam
tetapi manis senyumnya
(lagu dangdut)

***
Ide yg aneh :P
btw, apa lagi lirik lagu yg ada kata2 'hitam'nya? :D
***

Karya Illustrasi Perdana

,

Pingin bgt bisa bikin illustrasi gambar buatan sendiri. Selama ini, gambar2 yg dibuat berasal dari manipulasi (editing) gambar/foto jadi.

Dari libur sabtu-minggu kemarin, inilah hasil karya pertama illustrasi gambar yg saya buat dengan 'adobe illustrator 10' dan bantuan buku 'Adobe Ilustrator CS untuk Orang Awam'. Msh dasar bgt.

Sekian byk obyek gambar, saya selalu tertarik dgn gambar bunga. Naluri kewanitaan? hehe..
 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates