Our Identity

,
Fenomena satu
Suatu waktu, Na lagi cari lambang daerah bbrp kabupaten untuk suatu keperluan. Seorang teman menawarkan solusi.
"Scan dari KTP aja Na," sarannya.
"Eh iya ya. Tapi.... mesti cari orang-orang yg alamatnya di kabupaten dimaksud dong," kata Na agak males.
Tanpa ba-bi-bu, temen tadi buka dompetnya, ngeluarin tiga KTP dan ngasih ke Na.
Waks!, begitu Na perhatiin tiga KTP itu, semuanya atas nama temen Na itu tapi alamatnya beda2, dan semuanya masih berlaku!

Fenomena dua
"Napa mas, kayaknya kesel gitu," tanya Na ke seorang co penjaga Rental VCD langganan Na.
"Iki lho mba, banyak VCD yg ga balik," jawabnya dgn sebel.
"Lho, kan tinggal dihubungi tho mas. Ada KTPnya kan?," tanya Na sekalian ngasih solusi, krn biasanya untuk jadi anggota disitu pake KTP atau fotocopynya.
"Wah, ra ngaruh blas mba. Tuh KTP sih banyak, tapi ra ono sing jelas," jawabnya sambil narik laci mejanya.
Alamakjaaan, di laci meja itu ada bergepok-gepok KTP, entah punya sapa. Na cuma nyengir...

Fenomena tiga
"Gimana non, jadi ngelamar kerjanya?," tanya Na sama seorang temen ce.
"Jadi, tapi masih nunggu KTP baru. Mungkin minggu depan," jawabnya.
"Lho, emang KTP kamu ilang?," tanya Na bingung.
"Engga, kan yg aku punya 'status'nya 'menikah'. Krn perlu buat kerja, aku bikin yg 'status'nya 'tidak menikah'," jelasnya enteng.
"Ooo.. bisa ya..," gumam Na terpesona.

Begitu mudahnya membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Negeri tercinta ini, meskipun kenyataannya masih byk rakyat yg belum punya KTP. Apakah blogger lain punya solusi? atau punya 'cerita' kasus KTP lainnya?.
 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates