Blog untuk Hidup Penuh Warna dan Gairah

,
Ga terasa... ntar ganti, terasa banget udah sudah setahun Na punya blog :D. Dan tulisan ini juga ganti leot baru bukan bermaksud untuk memperingatinya seperti ultah gitu... mm, tapi diperingati jg ga ada yg larang ya :P. Ternyata, keputusan punya blog sama sekali ga Na sesali. Hidup Na jadi penuh warna dan gairah (*arti sesungguhnya bukan hiperbolis :D).

Nostalgia
Na pernah nulis bagaimana exiting-nya nyasar di blog Neesh2, dan dari situ Na termotivasi punya blog juga. Setelah daftar di blogger.com, tercatatlah seorang Na berstatus blogger, secara otomatis tentunya, krn ga ada lembaga khusus yg mengukuhkannya hehe.

Lalu Na cari tau apa saja yg biasa ada dalam sebuah blog, dgn rajin blogwalking ke blog2 lainnya. Dan pastinya jg Na baca tulisan bang Enda ttg dunia blog. Dirasa cukup, mulailah Na melengkapi leot blog perdana Na dgn segala pernak-pernik, spt shoutbox dari Doneeh, commenting system dari Haloscan, naro kalender, sampe ngelink images ke geocities. Sempet panik jg pake link images ke geocities ini, krn imagesnya ga muncul. Berani malu, Na tanya bang Enda dan dgn baik hatinya bang Enda ngasih pencerahan. Geocities kadang pelit ya, tp bisa diakalin ternyata :D.

Spt berbinarnya mata Dinda, ponakan Na, saat dijanjiin mamahnya tuk naek komedi putar minggu nanti, begitulah mata Na liat leot ungu penuh bintang muncul di url http://bintang-yn.blogspot.com. My Kerlip Bintang, My Blog :).

Tebar Pesona!
What next?. Blog menurut Na adalah media personal untuk konsumsi umum. Jadi rasanya ga seru klo blog Na ga ditengok blogger lain. Na perlu beriklan. Sarana iklan yg efektif adalah berkunjung ke blog orang lain dan ninggalin jejak, spt di shoutbox maupun comment.

Selain itu Doneeh dulu punya sarana shoutbox umum, nah Na rajin jg nyapa blogger lain disana. Perlahan tapi pasti, blog Na banyak dikunjungi. Dari salam kenal dan tak pernah kembali, sampai salam kenal lalu jadi penggemar hehe... Jadi spt yg disarankan blogger lain, 'hukum blog nomor 1' yaitu "tebar pesona ke blog lain jika ingin pesonamu terpancar" :D. Setidaknya, itulah yg Na lakukan saat pertama kali punya blog. Klo sekarang, Na berkunjung ke blog lain lebih kepada pertemanan yg terjalin, tanpa basa-basi :).

Blogger
Pertemanan sesama blogger punya perekat tersendiri. Agak sulit dijelaskan, yg jelas sih Na merasa ada perbedaan dgn pertemanan yg dijalin dari media chatting ataupun milis. Ada yg bisa menjelaskan? :D.

Sekian lamanya saling sapa juga membaca apa yg menjadi fikiran, perasaan, keinginan berbagi dalam posting dari masing2 blogger, Na semakin yakin bahwa manusia adalah makhluk sosial. Meski di dunia maya, setiap individu memerlukan individu lain. Individu blogger, adalah salah satu keistimewaan dunia blog :).

Ide terus mengalir, kreatifitas makin terpacu, persahabatan moga selamanya terjalin.. hmm, rasanya Na bersyukur punya blog dgn segala warna dan pesonanya :). Keep blogging all!

Oya, terima kasih buat Deltakirana atas bantuannya memilihkan kalimat indah di header blog Na ini :).

Fear Factor

,
from CorbisBeberapa orang diuji rasa takutnya dgn segala macam tantangan dalam tiga tahap. Yg terbukti tangguh menyisihkan pesaing2nya dan menanggulangi rasa takutnya sendiri akan pulang dengan hadiah US$50.000. Aksi2 mereka ini terdapat dalam Fear Factor, sebuah tayangan luar negeri yg setiap sabtu dan minggu malam bisa ditonton di RCTI.

Rasa takut pada setiap individu menurut Na adalah alamiah. Seperti juga rasa bahagia, sedih ataupun marah. Hebatnya, rasa takut sangatlah jujur. Ga bisa ditutup-tutupi. Akan keluar dgn sendirinya tanpa bisa dibendung. Ekspresinya bisa menangis, gemetar, lemas, pucat, menggigil bahkan pingsan.

Sebab2 munculnya rasa takut setiap orang juga beda2. Dalam Fear Factor, ada peserta yg sangat tangguh di ketinggian, tapi menangis tersedu melihat tikus. Atau peserta lain yg cukup berani berada dlm kotak penuh ular, tapi menyerah jika harus berlama-lama dlm kolam air yg tertutup bagian atasnya.

Na ingat, punya teman yg sangat takut sama kucing, meskipun anak kucing kecil. Teman lain, bakal lari terbirit-birit klo liat ulet bulu. Bahkan ada yg pingsan begitu liat darah. Dan pastinya mereka itu punya alasan mengapa takut pada hal2 tersebut.

Apapun alasannya, sangatlah tidak simpati klo kita justru memanfaatkan rasa takutnya itu sebagai bahan lelucon. Dalam acara Fear Factor, peserta memang ingin menantang rasa takutnya sendiri. Ada kesadaran disana. Tapi klo dalam kehidupan sehari-hari, kadang2 manusia punya sifat iseng. Maksudnya bercanda, tapi buat yg memang benar2 takut sangatlah tidak mengenakkan bahkan bisa saja berakibat fatal.
 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates