Patah Hati Bikin Hidup Lebih Hidup!

,
Buat saya, rasa patah hati adalah salah satu hal yg mewarnai hidup seseorang. Jadi biar ga ngerasa senang terus, yah ada juga kecewa plus sedih krn patah hati. Serasa hidup lebih hidup gitu.. hehe.

Itu bisa dirasakan dn sikapi dgn baik jika patah hati bisa dilalui dan akhirnya jadi pembelajaran berarti dalam hidup. Be strong, kata akhirnya. Tapi gimana bagi yg bener2 down dan ga kuasa keluar dari lingkaran patah hati itu?

Saya ga tau pasti kiatnya, karena buat saya, berada dekat dgn seseorang yg sedang patah hati, biasanya kita bingung dan hanya bisa syering pengalaman gimana kita melalui patah hati itu, walaupun kronologisnya pastinya beda2.

Seorang sahabat saya (SS) patah hati krn kekasih yg sptnya sudah akan menjadi suaminya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan mereka berdua blum berjodoh, ga jelas memang :). Down bgt dia, apalagi SS merasa mereka berdua pasti cocok dan mengingat tahapan kerja kerasnya agar hubungan mereka direstui ortu dan memang akhirnya sang ortu, terutama ayahnya SS yg sangat otoriter bin pemilih itu sudah memberi lampu hijau terang benderang. SS merasa dicampakkan, itu pikir saya, walaupun dlm setiap curhatnya SS ga pernah menyatakan itu.

Dan klo saya amati dan ingat2, tahapan dukanya berurut dari mulai denial - anger - depression - bargaining - acceptance. Sebagai teman tmp SS berbagi, saya sedikit skl syering pengalaman saya melalui tahapan duka (itupun jika SS bertanya bagaimana saya bisa tidak terus bersedih dgn masalah saya), krn saya melihat perbedaan sebab akibat saya patah hati. Saya tidak merasa dicampakkan, tapi merasa memang lebih baik dia pergi :), krn saya tidak melihat kualitas hubungan dan kualitas diri saya yg bisa lebih baik jika saya terus bersamanya. So, saya hanya melalui tahapan anger lalu acceptance. Untuk SS, saya menjadi pendengar yg baik. Juga sedikit2 saya gambarkan indahnya kehidupan ini, berkah dari Allah, sang Maha.

Alhamdulillah, setelah acceptance, SS sedikit segar dan mulai membuka hatinya. Di masa inipun, SS masih saja membanding-bandingkan dgn mantannya :). SS makin cerah (saat ini) krn sudah bertunangan, dan Insya Allah tahun depan menikah. Saya sering goda dia, "masih inget sama yg dulu?." Dia jawab, "Ternyata Allah Maha Adil, Allah kasih saya yg lebih baik," katanya sambil senyum. ehm... Sebagai sahabat, saya sueennnneng bgt liat dia cerah ceria gitu, walaupun saya masih gigit jari alias sorangan wae.. (lho apa hubungannya? hehe..). **Kamis, 9 Oktober 2003

0 komentar to “Patah Hati Bikin Hidup Lebih Hidup!”

Post a Comment

You can choose 'Name/URL' if not a blogspot member. Thanks for your comment.

 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates