Hidup Baru

,
"Selamat Menempuh Hidup Baru", susunan kata yg menjadi kelaziman diucapkan bagi pasangan (pria dan wanita) yg baru menikah. Sebuah doa agar kehidupan baru yg akan ditempuh mempelai selamat, amin.

Sejak 25 Juni lalu, saya menempuh sebuah kehidupan yg baru. Benar-benar baru. 100%. Seperti mimpi. Pagi hari terbangun dgn satu kesadaran dan kenyataan. Bahagia dan bersyukur, terbaring di samping pendamping hidup yg mencintai dan saya cintai, menempati rumah dan semua isinya yg baru saya lihat dan sentuh, juga siap dgn runitas yg sama sekali berbeda saat saya masih sendiri. Plus satu kebanggaan dan tanggung jawab, ada 'dua bidadari'.

'Satu paket lengkap', begitu keluarga saya mengatakan 'hidup baru' pernikahan saya. Saya menjadi seorang istri dan ibu sekaligus. 'Angel' berusia 10th dan 'Princess' baru 7th. Mereka saat ini cahaya hati dan sahabat kecil saya.

Dua minggu sudah kami bersama, menempuh hidup baru. Satu waktu yg memang baru, tapi banyak cerita yg sudah terekam dlm benak kami masing2. Masih dalam waktu liburan mereka, hampir semua kegiatan kita lakukan berempat. Seru! Kecuali kegiatan yg 'satu' itu, mesti curi-curi waktu dan tempat hehe..



Penyesuaian, proses dan tahapan yg kami lakukan setiap saat kini dan nanti, semoga menjadikan kami berempat lebih dekat dan saling menyayangi. amin..

Terima kasih ya Allah atas segala kebahagiaan ini.
Hidup Baru yg sangat saya nikmati...

Mohon Doa Restu

,
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir." (QS. Ar-Rum : 21)

***

"Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, tentramkanlah hati kami berdua sebagaimana Engkau telah menentramkan antara Nabi Adam dan Hawa, Yusuf dan Zulaikha serta junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan Khadijah Al Kubra.

Ya Allah yang Maha Menguasai Alam Semesta, panjangkanlah umur kami, terangilah hati kami berdua menuju kebaikan, jauhkanlah kami dari keburukan, kabulkanlah hajat dan niat suci kami dengan mendapat ridho-Mu dan rahmat-Mu.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Amin.. "

***

Terima kasih yg tulus atas segala ucapan selamat dan doa teman2 blogger semua atas rencana pernikahan saya dan dia.

Insya Allah, cerita dan foto-foto dalam moment bahagia kami akan muncul dua minggu mendatang di blog ini ;).

Blog ini hiatus. I'll be miss u all :D

Beruntung

,
"Kamu beruntung Na.."
Kalimat yg berulang kali saya dengar dari keluarga dan bbrp orang terdekat dalam obrolan dengan siapa saya akan menikah nanti. Kalimat yg ditujukan untuk saya yg menyatakan bahwa saya beruntung mendapatkan si dia sebagai pendamping hidup kelak. Hmm..

"Siapa orang yg beruntung itu?"
Kalimat tanya yg terdengar dari sahabat dan teman2 lainnya saat mereka mengetahui bahwa saya akan segera menikah. Kalimat yg membuat pipi saya memerah, tersipu. Ngapung! :D

Saya beruntung menikah dengannya?
Beruntungkah dia mendapatkan saya?

Beruntung berkata dasar 'untung' dan berlawan kata 'rugi'.
Kok malah seperti orang jualan ya :P

Keluarga, kerabat, sahabat, teman, termasuk blogger semua boleh berkata saya dan dia beruntung bisa bersama-sama mengikat janji tuk membangun sebuah rumah tangga, Insya Allah. Sebaliknya. Buat saya dan dia, justru kami beruntung memiliki orang-orang seperti kalian. Sungguh ;)

Deadline dan Cuti 2 bulan

,
Batas waktu. Deadline. Menjelang itu, perasaan campur aduk. Sepertinya waktu 24 jam, 6 hari seminggu kurang banget. Ada tanggung jawab. Ada keharusan. Menghasilkan yang terbaik, ga asal-asalan. Jika deadline sudah dilalui, perasaan tenang memang muncul, tapi lalu apa? Bengong sesaat. Narik napas lega dulu deh..

Bulan Juni ini banyak deadline yg harus saya temui. Satu deadline sudah selesai kemarin. Meski sempet sakit pagi hari menjelang deadline, perut ngadat. Meski ketar-ketir, khawatir kalau, andaikan.. Alhamdulillah, kelar juga. Saya jalani karena tanggung jawab dan suka dgn pekerjaan itu. I love bz! ;)

Deadline selanjutnya menanti. Yang ini lebih melibatkan segala hal. Usaha, doa juga airmata :D. Satu persatu, tahap demi tahap diselesaikan. Ada jalan keluar. Alhamdulillah. Dan untuk deadline yg ini, saya sudah ga sabar menanti hehe.. Eh, dia juga lho :P

Batas waktu lain yg menanti adalah pekerjaan. Tiga pekerjaan yg waktunya hampir bersamaan. Fiuhh! Walau bisa dikerjakan setelah deadline kedua, tp tetap saja kepikiran. Mesti ngatur jadwal. Mesti diprogram. Padahal maunya saya sih nyantai abis, ga mikirin pekerjaan apa2 setelah menikah nanti. Pengantin baru githu lho! hihi..

Akhirnya, mau ga mau bbrp hal harus saya pending dulu, agar saya bisa fokus. (Terus terang, saya termasuk orang yg susah untuk fokus :D. Semua pingin tetap dijalankan, krn memang saya suka. Tapi kadang mengabaikan kondisi diri sendiri. Ya kesehatan, ya kemampuan. Ssst, ini rahasia lho hehe..). Maaf banget, saya ijin cuti dari moderator Forum Blogfam dan redaksi pelaksana (redpel) bz!. Juga kursus jahit saya yg sudah lama terbengkalai. Saya pending dua hal yg saya suka banget itu selama 2 bulan. Hiks...

Gimana dgn ngeblog, cuti (hiatus) juga? mmm.. dipikirin nanti deh hehe..***

Cincin (5) - Pilihan

,
Banyak orang yg mengeluh karena tak punya pilihan. Tidakkah mereka itu tahu, orang yg punya atau diberi pilihan, akan ada dua hal yg harus dilakukan. Memutuskan dan siap menerima segala resiko dari pilihannya itu. Bukanlah suatu hal yg mudah.

"Makanya, kalau memilih yg benar."

Dua kotak yg sama dikemas sangat indah, tampak luar. Kotak A dan B berisi sebuah benda. Seseorang harus memilih diantaranya. Tidak diketahui benda itu baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, benar atau salah. Pilih.

Apapun yg menjadi pilihannya adalah keputusannya. Keyakinan? Feeling? atau apalah namanya yg jelas itu keputusannya. Apakah lalu jika keputusannya itu berbuah pada pilihan yg buruk, tidak pantas dan salah, kita lantas bisa dgn mudah mengatakan, 'makanya, kalau milih yg benar'?

Hati manusia seberapa dalamnya, tak ada yg tahu. Itu kata bijak. Memilih sebuah hati adalah dengan hati. Bijak jg? saya tidak tahu. Yg saya tahu, saya sudah memilih. Membuat keputusan. Dan sejak tujuh tahun lalu hingga kini atau mungkin sampai saya mati, saya akan menerima segala resiko dari keputusan itu.

Siap menerima resiko dari suatu pilihan. Hmm, kelihatannya serem dan sok. Saya sudah memutuskan dan menerima resikonya bukan krn siap atau sok. Tapi itu pilihan.

'Makanya...' sebuah awalan kata yg menurut saya menyudutkan. Tapi saya tak bisa protes, meski saya ingin. Saya ingin menjelaskan, tp saya tak ingin mengungkit hati. Ingat 'menerima resiko' tadi. Jika harus ada orang lain yg dipersalahkan untuk sebuah pembenaran, adalah saya sendiri. Ingat 'keputusan sendiri'.

Sedih, pasti. Marah, jelas. Apalagi jika resiko itu tidak hanya saya yg merasakannya, tp jg orang2 yg saya sayangi. Saya cintai. Lalu, lagi dan lagi saya menyalahkan diri sendiri dalam diam. Sendiri.

Saya mencintaimu, angel dan princess. Itu pilihan saya saat ini.***
 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates