Warna

,
Tulisan kali ini membuktikan bahwa seorang Na kadang tidak focus dalam mengerjakan sesuatu. Suatu kelemahan diri yg kadang kala ada bagusnya juga.. lho?. Jadi begini, sejak seminggu lalu Na punya kerjaan (niat sendiri sih) mo ganti design web yg Na dan temen2 kelola krn mulai tahun depan ganti MoU. Tapi Na bingung bin resah sama pemilihan warna webnya. Kayaknya udah dicoba byk kombinasi tapi ngerasa lom pas. Mungkin otak Na lagi jenuh aja.

Sampai akhirnya hari ini Na cari artikel ttg 'color scheme' bahkan nyari perpaduan warna secara online. Nemu dua website, yg pertama ColorMatch.dk yg bisa bantu ngasih hasil kombinasi 6 warna dari warna dasar yg kita pilih. Yg kedua wellstyled.com, lebih lengkap nampilin kombinasi warna2 mulai monokromatik, contrast sampe analogic dalam warna default, pastel hingga pale. Kuduanya bisa dijalankan secara offline.

Terus terang selama ini Na menentukan pilihan warna dlm mendesain hanya berdasarkan cita rasa sendiri, 'enak dipandang' tanpa teori, tanpa makna. Tapi rupanya, menset warna dlm desain ada ilmunya. "Untuk mencapai design warna yang efektif, bisa dimulai dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan tujuan dari situs Anda. Pallet warna yang anda buat sebaiknya cocok dengan pribadi dan tujuan dari situs Anda." tulis artikel di www.toekangweb.or.id. Disitu juga dijelaskan makna dari bbrp warna, baik arti global sampai arti menurut budaya atau negara tertentu. Beda negara bisa beda dlm mengartikan suatu warna.

Pikiran Na trus berjalan, pingin tau arti warna sesungguhnya dan kenapa warna punya peranan yg cukup penting dalam desain. Menurut Andi S. Boediman seorang penulis buku Photoshop Special F/X, Warna adalah salah satu elemen yang paling kuat untuk di-recall karena warna sangatlah emosional daripada bentuk. Oleh karena itu gunakan warna sebagai atribut yang paling awal untuk didefinisikan. (posting di www.antiklimaks.com).

Lebih menarik lagi, "Warna adalah jiwa desain. Warna menciptakan kesan mendalam dan mudah tertangkap mata. Warna juga bisa mempengaruhi suasana hati manusia dan menciptakan suasana ruang, apakah tenang atau menggugah, aktif atau pasif, ceria atau sedih, maskulin atau feminin. Warna pun dapat dimanfaatkan untuk menipu mata, apakah luas atau sempit, tinggi atau rendah, dekat atau jauh. Warna juga dapat digunakan untuk menutupi proporsi yang kurang bagus." (dikutip dari artikel grya di www.suarakarya-online.com).

Lalu Na jadi pingin tau lebih, bagaimana manusia bisa mengenal dan melihat warna?. Mulai ga fokus sama kerjaan kan? :D. Ini berarti, waktu online jalan terus hehe. Browsing and searching. Kali ini Na dapat "Cita Rasa Seni Warna Ilahi" tulisan Harun Yahya. Bersyukur bisa didownload. Bisa jadi bacaan yg bermanfaat, Insya Allah :).

"Sebagian besar orang mungkin tidak pernah berpikir tentang betapa beraneka warnanya dunia tempat hidup mereka atau bertanya-tanya dalam hati bagaimana warna yang beraneka ragam itu ada di bumi ini. Mungkin mereka juga tidak pernah berpikir seperti apa jadinya jika ada sebuah dunia tanpa warna. Hal ini disebabkan karena setiap orang yang dapat melihat dilahirkan ke dalam dunia yang penuh warna." (Harun Yahya).

Tugas dan Cinta

,
Na baru beli blender sebelum puasa kemaren (*hari gini baru punya blender!?). hehe, biarin :P. Na beli blender krn ibu Na lagi pingin bgt ngejus buah. Melon, Mangga, Timun Suri, Jambu biji sampe Wortel udah jadi korban blender baru.

Nah ceritanya sejak sabtu kemarin, ibu Na 'ngidam' ngejus buah labu kuning. "Enak lho Na, sebagian dibuat kolak, sebagian lagi dijus. Nanti kamu cari ya?." Ocre mom, apa sih yg ga buat my mommy :).

Sebenernya Na selalu liat buah labu kuning ini dijual di pinggir jalan yg Na lalui setiap berangkat kerja. Tapi bbrp hari ini Na slalu pulang sehabis maghrib, jadi ga bisa mampir tuk beli krn dah tutup jualannya. Maka setiap hari juga secara ga langsung Na 'ditagih' ibu. "Klo nanti beli labu kuning itu cari yg warnanya kuning cerah ya Na," hari minggu. "Pilih labu kuningnya yg ringan, itu brarti dah tua jadi kadar airnya dah ga banyak," hari senin. Na cuma nyengir :D. Iya deh, besok mesti dapet si labu kuning idaman my mom, janji Na.

Bener aja, selasa kemarin berita2 dah beres jam empat sore lebih, so Na bisa langsung upload dan selesai sekitar jam 5-an. Cabut!, meski msh pingin ceting.. hiks! :P. Na atur rencana rute angkutan menuju lokasi labu kuning. Mesti naek angkot dua kali. Dan ternyata rute angkot pertama dapet halangan. Macet!. Kayaknya semua orang berebut pingin nyampe rumah sebelum maghrib buat buka puasa, jadilah byk yg ga sabaran, maen serobot jalur akhirnya macet total. Alhamdulillah ada para polisi yg ngatur, meski lama tapi bisa keluar jg dari kemacetan. Udah jam enam kurang sepuluh menit belum ganti angkot, duuhh.

Ternyata supir angkotnya berbaik hati mo nganterin Na sampe ke lokasi penjual labu kuning (*bayar doubel sih :P), tapi... udah tutup. Huaaa!. Masak pulang dgn tangan hampa lagi :(. Yo wes, Na niatin besok pagi Na harus mampir beli dulu, artinya si labu kuning bakal dibawa-bawa ke kantor :D. Mo gimana lagi. Trus Na ganti angkot tuk pulang. But wait a minutes, sekitar 10 meter dari naek tadi, Na melihat sesuatu. Kirrrreeyyy! Na teriak spontan. Ciiiiittt! angkot brenti mendadak. Yah kelewat.. Abis bayar, Na jalan semangat 45 menuju buah warna kuning yg kinyis2 itu. Alhamdulillah, ternyata bener labu kuning!. Duh pingin deh Na peluk penjualnya, sebagai rasa terima kasih (weeeww!! :P).

Na ngobrol bentar ama penjualnya sambil milih buah labu yg paling cantik, bersih, kuning dgn ukuran sedang :D. Kata si mamang, buah labu ini dia dapet dari daerah Pandeglang sana. Jauh juga, tapi Na tetep nawar hehe. Setelah bayar, Na pulang dgn riang gembira. Di angkot, udah waktunya buka puasa, temen seperjalanan rupanya bawa bekal, ada yg minum juga makan. Na engga, krn emang ga puasa (*dispensasi wanita :D) juga ga bawa bekel. Mosok mo ngunyah labu kuning :P.

Sampe rumah, ngeliat Na bawa buah idaman, Na disambut my mom seperti pahlawan hehe. Na ikut seneng, tugas selesai demi seseorang yg Na sangat sayangi :). "Besok, kamu cari alpukat ya Na, kayaknya enak nih ngejus alpukat," kata ibu Na. What??, blum musimnya kan?.

Dengki, Iri Hati, Kompetisi

,
Dua orang manusia seprofesi yg bersahabat dekat. Udin dan Midun. Seiring sejalan, melalui suka dan duka. Seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit Udin mendapatkan banyak nikmat, harta dan kedudukan. Nikmat yg Udin raih tak lain karena ilmu yg dimiliki dan kerja kerasnya lebih dari Midun, sahabatnya. Dan tentu saja Allah sudah berkehendak, diberinya nikmat untuk Udin atas jerih payahnya selama ini. Sebagai sahabat, penerima nikmat, Udin pun selalu berbagi kepada Midun. Tak ada yg berubah.

Hingga suatu saat, Udin mendapat musibah profesi dan butuh bantuan Midun. Tapi Midun tak datang menolong, justru ia menjauh. Udin berjuang sendiri. Dan sejak musibah itu, Midun mulai jalan bersebrangan dengan Udin, bahkan terang2an bersama teman2nya yg lain menohok Udin, membuat laporan menjerumuskan ke atasan. Udin mendapat "warning" dan harus pindah tugas. Udin pasrah dan instrospeksi diri. Tapi Udin tetap tak mengerti mengapa sahabatnya Midun berbuat setega itu kepadanya.

****

Dengki atau hasad adalah apabila kita merasa sangat tidak suka jika seseorang memperoleh nikmat. Dan kita berusaha keras agar nikmat itu hilang darinya dan kita yg memperolehnya. Hukumnya dosa!.

Iri Hati atau ghibtah adalah jika kita tidak benci apalagi menginginkan nikmat yg didapat seseorang hilang darinya, hanya saja sebagai manusia biasa kita juga pingin agar memiliki nikmat yg sama. Walaupun tidak dosa, tapi klo dipelihara sifat ini bisa jadi penyakit hati.

Kompetisi atau munaafasah adalah jika kita juga ingin mendapatkan nikmat yg sama dengan seseorang yg lalu kita upayakan dengan bersaing secara sehat. Sikap ini lebih diharapkan, meskipun tetap harus juga punya jiwa sportif.

Sumber : Bahaya Hasad dan Cara Mengubatinya

****

Na lagi sedih, krn ilustrasi Udin dan Midun di atas sedang menimpa orang yg Na kagumi dan hormati. Semoga Allah memberikan kesabaran dan limpahan pahala yg lebih baik pada bapak, dan orang2 yg mendengki bapak dibukakan hatinya untuk taubat. Amin...

Nabi SAW, sabdanya: Janganlah kamu saling membenci, dan janganlah kamu saling memutuskan silaturrahim, dan janganlah kamu saling berdengkian (hasad), dan janganlah kamu saling membelakang (tidak berteguran), jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. (H.R Bukhari dan Muslim)

Munggahan

,
Insya Allah Jumat (15/10) esok, bagi ummat muslim tanah air adalah hari pertama puasa bulan Ramadhan. Ini berarti nanti malam akan dimulai sholat tarawih dan makan sahur yg pertama.

Masing2 ummat mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan kali ini. Mulai persiapan secara lahir juga batin. Misalnya aja Na sendiri, bersilaturahmi dengan keluarga, saudara, juga teman2, baik lewat telpon, sms, blog :D atau berkunjung langsung. Saling memaafkan dan berdoa untuk kelancaran dan keberkahan Ramadhan tahun ini. Amin :)

Istilah persiapan menyambut Ramadhan di kota Na tinggal, Serang, adalah "Munggahan". Na ga tau sejarahnya mengapa ada istilah spt itu. Kata Munggahan sendiri berasal dari bahasa jawa Serang 'Munggah' yg artinya 'Naik'. Dan untuk masyarakat asli disini, saat Munggahan mereka akan masak lebih banyak seperti ketupat dan makanan khas lainnya, lalu dibawa ke Mesjid untuk disantap bersama-sama. Setelahnya dilanjutkan dengan doa-doa hingga tiba waktunya sholat tarawih. Makanan selebihnya, disantap saat sahur pertama.

Untuk persiapan itu, maka pasar2 tradisional atau supermarket terlihat ramai hari ini. Para ibu dibuat sibuk memasak yg lain dari biasanya menyambut sahur pertama. Di Mesjid2 juga mulai terlihat kesibukan para pengurusnya yg membersihkan, menggelar karpet di luar mesjid kalau2 jamaah berlimpah saat minggu pertama Ramadhan :D, mengatur jadwal imam dan ceramah setiap malamnya dll.

Na dan kakak ce yg bagian 'dapur umum' sepakat masak tempe oseng sandung lamur yg resepnya ada di Tabloid Nove minggu ini. Kayaknya yummy dan simple aja. Ga tau deh besok, sahur kedua dst, mungkin mie instant atau telor goreng? hehe.

Cerita Kopdar
Kemarin Rabu, sekitar jam 13.00 wib, Na jadi ketemuan sama Aal (sori ga pake dokumentasi :D). Cowo yg baru tiga bulan punya blog ini critanya ambil cuti dan pulang ke Serang dari tempat kerjanya di Maluku. Aal memang tinggal lama di Serang, walaupun kampung halamannya di Sumatera sana. Saat ketemuan itu Aal ditemani kawannya Adho.

Padahal blum lama Na ama Aal saling kenalan lewat blog dan krn kebetulan dia cuti pulang, begitu ketemuan kesannya kayak kawan lama aja. Atau sok akrab kita berdua ya Al :P. Tapi menurut Na itulah hebatnya weblog. Lewat tulisan di blognya, berasa kita kenal lebih jauh sama seseorang dari hanya sekedar chatting. Dan bahan obrolanpun lebih banyak. Dari cerita tentang tulisan masing2, sejarah ngeblog, bahkan ngerumpiin temen2 blog lainnya, terutama 'emosi jiwa' fans club (Rio, Wisa, Doel, Gusye, Adhy, Rommy juga Bowo) hehe.

Rencananya Aal balik ke Maluku ntar Jumat. So titi dj ya Al, makasih atas obrolan dan keramahannya, juga jus wortelnya :D. Insya Allah, ntar Lebaran klo balik liburan ke Serang, kita ketemuan lagi hehe.

Kumpul Keluarga

,
Rencana jadi bangsawan (bangsa tangi awan = orang bangun siang) di Sabtu yg ceria kemarin gagal total. Krn jam tujuh pagi dah dapet telpon dari mamanya Damar, kakak ipar Na, tuk bantuin masak di rumahnya. Rencananya setelah Isya hari itu ada acara syukuran memberi nama untuk Damar.

Sampe di rumah Damar sekitar jam sembilan pagi, dah ada kakak ipar Na yg lain, mamahnya Dinda, yg lagi sibuk nyuci potongan ayam. Abis berhaha-hihi bentar, Na ganti baju 'perang' dan langsung dapet bagian ngirisin tempe. Menu syukuran kali ini nasi uduk, tempe kering manis, ayam bakar, perkedel, lalap, sambel plus krupuk. Yummy! :D. Iya klo dah mateng, tapi ngeliat mentahan semua gitu, sebel juga hehe.

Ga brapa lama, dateng sepupu Na, anaknya Bu lik. Trus kakaknya mamahnya Damar, Teh Nina si 'pemegang kunci' masakan. Teh Nina ini jago bgt masak, makanya klo ada acara keluarga sering kebagian bikin bumbu dan sistematis masak. Klo Na dan lainnya sih bagian penggembira aja :P.

Siangnya, kakak dan adiknya mamahnya Damar yg dari Sukabumi juga datang. Para pejantan, alias suami2 kebagian beberes rumah, itupun sore hari. Saat para wanita masak, dilarang mendekat :D.

Obrolan khas wanitapun menghiasi hiruk-pikuknya dapur umum. Dari mulai yg berbagi tips diet dgn ga makan malam juga rajin fitness, atau pengalaman kerja di Saudi yg penuh dgn duka dan duka.. lho??, atau cerita tentang anak, suami, tetangga dll. Sedangkan Na?. Siaran ulang "tragedi ojek di rabu malam yg kelam" hehe. Abis mo cerita weblog, ga ada yg ngeh :P.

Pernikahan, bukan cuma menyatukan individu suami dengan individu istri, tapi juga individu lainnya, yaitu dua keluarga. Seperti jg syukuran kemarin, dua keluarga berkumpul untuk saling membantu, silaturahmi dan memberi doa keselamatan untuk anggota keluarga baru, Damar. Na bahagia :).

Acara masak-memasak hari itu juga semakin semarak krn listrik padam sejak pagi. Kabarnya sih sampe sore. Ini berarti bikin bumbu ayam bakar 100 potong dan sambel sebaskom mesti diulek! (ga bisa pake blender). Na pun ambil tindakan, "eh maaf, tangan Na baru aja dimenicure, jadi untuk urusan ngulek bumbu dan sambel Na serahkan pada senior aja." Huuuuuuuuuu!! penonton kecewa.. hehehe.
 

Sharing about Online Business Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates